Usaha Dakwah (part 1)

Assalamualaykum wr wb

…. ketika Nabi Muhammad SAW sedang tahannuts (bermeditasi) di dalam sebuah gua yang terletak digunung Hira, dekat kota Makkah, pada malam 17 Ramadan (6 Agustus 610, beliau tepat berusia 40 tahun pada malam itu) malaikat Jibril datang kepadanya sambil berkata: Iqra (bacalah). Lalu beliau menjawab, ”Ma ana biqabri”, (saya tidak dapat membaca).

Usaha Dakwah pertama kali dibuat oleh Nabi Muhammad, Rasulullah Saw, setelah turun wahyu kedua, yakni surah Al-Muddassir ayat 1-10. Yang isinya, menyeru Nabi SAW agar menyampaikan Dakwah Islam kepada manusia.

——————

Ummul Mukminin Siti Aisyah Radhiyallahu Anha, menjelaskan :

“Surat pertama yang diturunkan dari Al-Quran adalah surat dari kelompok Al-Mufasshal, yang menyebutkan Surga dan Neraka. Barulah setelah manusia masuk Islam, turun ayat tentang Halal dan Haram.

Andaikan yang pertama kali turun adalah, “Jangan minum khamr”,
pasti reaksi yang ada adalah, “Kami tidak akan meninggalkan Khamr selamanya”,
atau jika yang pertama turun adalah “Jangan berzina”,
niscaya reaksi yang muncul adalah, “Kami tidak akan meninggalkan perbuatan zina selamanya”;

——————

Dengan turunnya surat Al-Muddatsir ini, mulailah Rasulullah SAW berDakwah. Mula-mula ia melakukannya secara sembunyi-sembunyi di lingkungan keluarga dan rekan-rekannya. Orang pertama yang menyambut dakwahnya adalah Khadijah, istrinya. Dialah yang pertama kali masuk Islam. Menyusul setelah itu adalah Ali bin Abi Thalib, saudara sepupunya yang kala itu baru berumur 10 tahun, sehingga Ali menjadi lelaki pertama yang masuk Islam. Kemudian Abu Bakar, sahabat karibnya sejak masa kanak-kanak. Baru kemudian diikuti oleh Zaid bin Haritsah, bekas budak yang telah menjadi anak angkatnya, dan Ummu Aiman, pengasuh Nabi SAW sejak ibunya masih hidup.

Abu Bakar sendiri kemudian berhasil mengislamkan beberapa orang teman dekatnya, seperti, Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’d bin Abi Waqqas, dan Talhah bin Ubaidillah. Dari dakwah yang masih rahasia ini, belasan orang telah masuk Islam.

Setelah beberapa lama Nabi SAW menjalankan dakwah secara diam-diam, turunlah perintah agar Nabi SAW menjalankan dakwah secara terang-terangan. Mula-mula ia mengundang kerabat karibnya dalam sebuah jamuan. Pada kesempatan itu ia menyampaikan ajarannya. Namun ternyata hanya sedikit yang menerimanya. Sebagian menolak dengan halus, sebagian menolak dengan kasar, salah satunya adalah Abu Lahab.

Artikel terkait :

1. elvini.net
2. Abu Zubair

10 pemikiran pada “Usaha Dakwah (part 1)

  1. Assalamualaikum wr wb
    Itulah metode yag harus kita pelajari, kenapa beliau bisa? kenapa kita tidak?
    Alhamdulillah anak anak kami pada usia 7 tahun sudah melaksanakan sholat, sudah hafal surat surat pendek dalam AL-Quran.
    Umur 10 tahun mereka sudah hafal 5 sampai 6 Juzz Al-Quran, sudah mengerti hukum hukum syar’i agama.
    Mari kita berbagi metode Rasulullah ini

  2. Di Usia yang kesekian ini beliau menyebarkan Islam secara terang2an usia berpakah putri2 beliau dari Ummu Khodijah saat itu, kalau tidak salah ada salah seorang Putri beliau nikah dengan seseorang dari golongan Ummayah….

  3. Apakah cara dakwah itu konstan? Maksudnya apakah cara dakwah jaman dulu sama saja dengan jaman sekarang? Padahal sekarang cara belajar pun sudah berkembang dan jauh lebih banyak. Misalnya Quantum Learning, Accelerated Learning, dan lainnya yang kata yang punya lakon memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan cara belajar yang lama.

  4. @menggugat ulama
    Semua yang dikerjakan Nabi saw adalah contoh terbaik,
    Untuk berdakwah pun kita tetap memerlukan contoh dari beliau,
    karena beliau telah berhasil mendakwahkan Islam dalam waktu 23 tahun saja. sangat singkat. tapi berhasil.
    Maka cara berdakwah pun tetap harus konstan, karena cara cara lain belum ada jaminan keberhasilan,
    Tetapi cara beliau, dengan petunjuk langsung dari ALLAH, telah menunjukkan hasil yang maksimal.
    Mengapa harus mencari cara cara lain?

  5. mari kta lihat Pondok Pesantren AL-Fatah Temboro Magetan Jawa Timur anda akan melihat suasana agama . Bila anda ingin ke Temboro Magetan naik bis jurusan Surabaya turun Glodok Pabrik Gula lalu naik ojek tujuan Markas atau Pondok dengan ongkos sepuluh ribu rupiah

  6. yang jelas apa di ajarkan oleh Rasululloh itu yang kita buat.yang jelas ada arahanya.smg ne2k,ibu,tante,adik,anak&saudara yang lain di pilih dalam kerja Da’wah ini.Amin…………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s