KEMUNDURAN ISLAM ( PART 2)

Assalamualaikum wr wb

Salah satu faktor Kemunduran Ummat Islam adalah karena mereka menggunakan AKAL nya hanya untuk memenuhi keperluan-keperluan dzahir/fisik seperti makan/minum, kesehatan, tempat tinggal/rumah, kendaraan, kawin/pacaran?, pendengaran/musik?, gejala gejala alam?

Untuk perkara ini manusia sebetulnya tak terlalu banyak memerlukan AKALnya, apalagi sampai menguras AKAL. Bahkan lebih ekstreem lagi untuk perkara ini manusia sebetulnya tak memerlukan AKAL sama sekali.
Mari kita lihat keadaan mahkluk lain seperti hewan-hewan misalnya, lihat lah kerbau, kambing, kucing, mereka bisa makan dan minum dengan kenyang setiap hari tanpa harus bekerja keras seperti manusia, tanpa harus penjadi pegawai atau wiraswasta, bahkan kucing tak perlu menjadi nelayan untuk menikmati makan ikan setiap hari.

Masalah kesehatan? amatilah tikus-tikus got, padahal tempat tinggal mereka sangat lah tidak memadai kalau ditinjau dari Ilmu Kesehatan, tapi keadaan mereka baik-baik saja, mereka sehat-sehat dan populasi mereka hari demi hari cenderung meningkat. Makhluk makhluk ini tak kenal makanan atau minuman supplemen bahkan.

Masalah perumahan, ada makhluk yang malah bisa membuat rumah dengan nilainya melebihi harga rumah Real Estate, tanpa AKAL!!!. (silahkan tanya berapa harga 1 kilogram rumah burung walet).

Begitu juga dalam hal kawin, mahluk lain bahkan bisa beranak lebih banyak dari manusia, lihat bangsa tikus, atau kelinci. Dan juga makhluk-makhluk ini sepertinya jarang cecok atau ribut dengan pasangannya. Jarang ada dari kalangan makhluk makhluk ini yang terlalu mempersalahkan kekurangan atau kelebihan fisik pasangannya. Buktinya? jumlah populasi makhluk2 ini makin hari terus saja bertambah (ndak ada kambing jantan yang ndak mau kawin cuma karena bibir kambing betina nya sumbing).

AKAL manusia bukan untuk mengurus perkara perkara sepele seperti ini.

Namun apa yang kita saksikan sekarang, manusia sedang bingung, kehilangan arah, mereka tercerai berai seperti anak ayam kehilangan induk, mereka lupa fitrahnya, lupa status nya, dan yang sangat parah mereka bahkan tak kenal lagi siapa Tuhannya.

Manusia saat ini justru disibukkan oleh perkara perkara sepele hingga melupakan suatu perkara yang sangat penting.

—————-

Padahal ada suatu perkara yang sangat penting dimana manusia dituntut menggunakan akal nya, fikir nya secara maksimal.

Perkara penting itu adalah bahwa setiap manusia akan memasuki GERBANG, gerbang yang bernama Kematian, MATI, ya… MATI, Meninggal…, suatu proses untuk menuju alam alam berikutnya, ALAM KUBUR, ALAM MAHSYAR, ALAM SYIROTH, ALAM MIZAN sebelum sampai ke Perkampungan ABADI di Kampung Akherat, yaitu Surga atau Neraka.

Manusia diciptakan bukan untuk tinggal di dunia, bukan untuk menyempurnakan makan, minum, kendaraan, rumah, istri, teknologi. Tetapi manusia diciptakan ke dunia hanyalah sebagai persinggahan untuk kemudian akan ditempatkan pada suatu ALAM dengan Kehidupan yang ABADI yaitu AKHERAT.

Disini AKAL manusia diperlukan, untuk mengurus suatu perkara yang sangat menentukan Baik dan Buruk nya kehidupan yang akan dilalui nya di Dunia ini, dan di Alam Alam berikutnya. Suatu Perkara Penting yang menyangkut Masa Depan manusia sesungguhnya. Disinilah fungsi AKAL manusia sepenuhnya diperlukan, untuk menyiapkan bekal, yang harus dibawa dalam perjalanan di alam alam berikutnya.

—————-

Apabila manusia mati, lalu selama hidupnya dia cuma makan makanan yang sederhana, tak pernah makan Mc Donnal, atau Kentucky Fried Chiken’s, ALLAH Subhaanahuu Wataala tak akan marah kepadanya.

Juga bila selama didunia dia tidak punya rumah yang bagus, kendaraan mewah, handphone yang canggih, pangkat yang tinggi, tak mahir CorelDraw, atau tak punya Ijazah S1, atau istri pacar nya tidak cantik, ALLAH Subhanahuu Wataala tak akan MURKA kepadanya!

Atau manusia tak bisa menjelaskan berapa kekuatan gempa yang sering terjadi di dunia ALLAH Subhaanahuu Wataala tak akan memarahinya.

Tapi apabila Manusia MATI dia tidak kenal kepada ALLAH Subhaanahuu Wataala, dia tidak lakanakan Perintah ALLAH Subhaanahuu Wataala, dia tidak bawa Iman dan Amal, dia tidak hidup seperti yang diperintah kan oleh ALLAH Subhaanahuu Wataala seperti yang di contohkan Rasul NYA, Muhammad SAW, ini adalah awal dari masalah BESAR bagi manusia, masalah serius yang akan dihadapinya di Alam-Alam berikutnya.

Maka AKAL yang diberikan ALLAH Subhaanahuu Wataala kepada manusia sesungguhnya adalah untuk menyempurnakan IMAN dan AMAL manusia.

—————-

Dalam kebingunan mencari identitas baru ummat manusia, Ummat Islam seperti saat ini, ditengah melemah nya keyakinan Ummat Islam kepada ALLAH Subhaanahuu Wataala, ditengah kebingungan Ummat Islam menafsirkan perintah perintah ALLAH, kalau dulu, ALLAH Subhaanahuu Wataala selalu turun kan Nabi, untuk memberi petunjuk agar manusia menggunakan AKAL nya secara betul. Agar manusia memahami Fitrah nya sebagai makhluk yang SANGAT MULIA. Agar manusia tidak menjadi hina dibanding makhluk lain.Nabi-Nabi dulu dikirim untuk menjelaskan Fitrah Manusia, ber-DAKWAH, mengenalkan DZAT ALLAH kepada Manusia, mengenalkan DZAT YG MAHA HEBAT, MAHA PENOLONG, agar manusia tak mencari penolong selain DIA.

Tak kurang 124.000 Nabi dan 313 Rasul telah dihantar, (khusus untuk Bani Israil menurut Riwayat bahkan sampai berjumlah 13.000 Nabi) karena Kata ALLAH dalam Al-Quran manusia ini “Dzalumaan Jahuula” Dzalim dan Bodoh.

Telah diceritakan, bahwa tak kurang 8 Surga yang penuh keindahan, sungai-sungai, yang luasnya masing masing Trilyunan tahun cahaya, telah ALLAH Subhaanahuu Wataala ciptakan di Kampung Abadi, Kampung yang Lebih Baik, Lebih Indah, lengkap dengan berbagai kenikmatan, makanan, minuman yang lebih baik, ruma dan istana yang lebih megah, ribuan bidadari cantik terbuat dari misik dan kasturi (bukan dari tanah seperti bidadari dunia).

Menanti manusia untuk ditempati . . . . . . . . . . . . . .

Dan juga ada NERAKA, (cobalah membakar ujung jari kelingking dalam nyala lilin selama 5 menit saja) begitu dahsyat nya Neraka malah tidak menjadi beban fikiran yang berarti bagi manusia, Astaghfirullaah….

Dan Nabi terakhir, yang diturunkan ALLAH Subhaanahuu Wataala, yang menjadi penerang, membawa petunjuk, disaat manusia kebingungan, Rasulullah SAW, Nabi Muhammad SAW, melalui Beliau ALLAH Subhaanahuu Wataala menjelaskan perkara ini lebih rinci. Tak kurang 6.000 ayat AL-QURAN untuk menjelaskan perkara penting ini.

“Dan Kami tidak mengutus kamu kepada ummat manusia seluruhnya melainkan sebagai pembawa berita gembira atau sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (A-Quran Surat Saba’ Ayat 28)

Setelah Beliau wafat, tak kan ada lagi Nabi turun, beliau Nabi Terakhir, Khataman Nabi.

Dalam kebingungan manusia saat ini, dimasa Kemunduran Ummat Islam ini, lantas siapa lagi kah yang akan menyebarkan berita gembira ini, menjelaskan, mengenalkan, memberi contoh teladan, ber-DAKWAH, mengajarkan bagaimana manusia menyempurnakan IMAN dan AMAL nya, dan menyampaikan Kalimat Mulia

LAA ILAAHA ILLALLAAH MUHAMMADUR ROSULULLAAH

Kepada manusia, kepada Ummat Islam ???

bersambung

24 pemikiran pada “KEMUNDURAN ISLAM ( PART 2)

  1. menurut aku yang menyebabkan kemunduran islam adalah orang orang yang sufiiii ,yang hanya berpikir akirat sehiungga tidak memperdulikan bagai mana kemajuan islam,banyak yang ingin ku sam paiin tapi waktuku habis nih…..

    Islam terpuruk karena Ummat Islam Tinggalkan DAKWAH, Ummat Islam tinggalkan AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR

  2. Kepada manusia, kepada Ummat Islam ???

    untuk aku juga berarti…….., makasih wak…😆

    Islam itu untuk Khaffaatalinnaas, seluruh manusia, tanpa kecuali, yahudi, nasrani, amerika, inggris, afrika, prancis, china, arab, endonesia, semua!!

  3. Mampir buat ngucapin: Selamat berpuasa, Wak.

    *lama benar euy… buka di aceh sini*:mrgreen:

    Selamat berbuka puasa sobat makasih mampirnya
    lebih lama lagi buka puasa di Kutub Utara he he he

  4. Akalnya untuk dunia fisis saja… makan, minum, dan kemewahan.
    Jadi uw, kalau yang disebut mundur itu apa?, dibandingkan apa?, merujuk pada jumlah atau pada tampilan?.

    ( Baca juga Part I )
    Kurun terbaik Ummat Islam adalah Kurun Nabi Saw dan Sahabat
    Ummat Islam saat ini mundur segalanya, lahir dan batih, kualitas dan kuantitas

    Tambahan buat Mas AGor
    Mungkin bisa dengan Perbandingan seperti ini”
    Dizaman Sahabat pertolongan ALLAh itu mudah, Sayyidina ALI ra. dengan sholat 2 rakaat saja bia membuat penggilingan gandum berputar sendiri mengeluarkan gandum, bandingkan dengan keadaan sekarang, kita sholat sudah ribuan rakaat tapi ALLAH tak bergeming, coba dengar doa Imam MAsjidil Haram setiap seselasi tarawih, tapi ALLAH tak turunkan pertolongan

    Dizaman Saidina UMAR r.a Islam menguasai 2/3 belahan dunia, semua kerajaan tunduk dalam kekuasaan Islam, Parsi, Rum, Kisra, dan kerajaajn besar lainnya, banding kan dengan keadaan sekarang

  5. Postingan yang amat kritis! Aku jadi pengin berusaha kritis pula. Begini, Wak…
    Sudahkah Wak Somad merujuk ke Al-Qur’an? Menurut Al-Qur’an, untuk apa sajakah akal kita mestinya kita gunakan?

    Menurut AL-QURAN, Yang dapat saya tangkap sampai saat ini Akal kita digunakan untuk antara lain :
    1. Mengenali Dzat ALLAH, ada nya ALLAH, mengenali Sifat-sifat ALLAH
    2. Mengusahakan agar Agama wujud dalam seluruh aspek kehidupan (Imaniat, ibadah, muamalah, muasyarah, akhlak)
    3. Meyakini Nabi Muhammad SAW, adalah utusan ALLAH
    4. Mengusahakan menjalani kehidupan sesuai contoh Rasulullah SAW
    5. silahkan tambahkan lagi

  6. Wah ini paradigma baru dalam menghadapi hidup. Maksudnya wak Somad baru menyampaikannya kali ini. Saya sebelum2 nya sudah pernah mendengar dari teman2 JT..🙂
    Hemat saya, ini berkaitan dengan keyakinan terhadap Qadha – Qadhar… Adakah rejeki kehidupan itu sesuatu yang tinggal kita tunggu aja, atau mesti diusahakan dengan ikhtiar yg serius ? Apa yg dimaksud dengan : “Allah akan menolong kita jika kita menolong [din] Allah” ?
    Saya respek kok dengan usaha2 teman2 JT… Hasilnya cukup jelas… Kapan khuruj lagi ustadz ? 😀

    Sebenarnya ini paradigma lama, telah dibawa Rasulullah SAW 1.400 tahun silam, tapi kita kurang memperhatikannya

    Rezeki semua makhluk sudah diatur oleh AR-RAZIEQ, Yang Maha Memberi Rezeki, tapi keyakinan Ummat Islam akan SIFAT ALLAH yang satu ini sangat lemah, KONEKSI Ummat Islam kepada ALLAH melalui Sifat Ini sangat LEMAH, sehingga Ummat Islam harus menguras tenaga dan pikiran cuma untuk mencari Rezeki, padahal …..

  7. bingung wak, apakah itu berarti kita sebagai umat islam tidak perlu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup kita dan lebih banyak menghabiskan waktu kita dengan ibadah? bagaimana dengan pengertian bekerja juga salah satu bentuk ibadah? mohon penjelasannya wak🙂

    Ya, kita tak perlu bekerja terlalu keras, apalagi mencari makan sampai lupa makan

    Kerja itu ibadah, maka kita harus mencari tahu bagaimana cara bekerja yg di sareatkan oleh Islam, cara bekerja (mencari nafkah) seperti yang di contohkan oleh Rasulullah SAW.

    Dan niatkan, kita bekerja adalah untuk menunjang agar lebih mudah beribadah, jangan terbalik, bekerja malah mempersulit ibadah.

    Persinggahan di Dunia singkat paling lama 70 tahun, setelah itu kita akan lewati masa panjang, perjalanan bukan cuma Milyaran atau Trilyunan tahun, tapi perjalanan Maha Panjang yang KEKAL, ABADI, ABADAN ABADA

  8. Namun apa yang kita saksikan sekarang, manusia sedang bingung, kehilangan arah, mereka tercerai berai seperti anak ayam kehilangan induk, mereka lupa fitrahnya, lupa status nya, dan yang sangat parah mereka bahkan tak kenal lagi siapa Tuhannya.
    Dalam pemahaman abah :
    Hanya Allah yang kenal Allah.
    Tidak ada satu makhluk pun yang mampu mengenali KHALIQnya.
    Mustahil yang Maha terbatas mengenali yang Maha Tanpa Batas.
    Dan..
    Tempat kembali abah bukan ke Surga / Neraka…. tapi
    Ina lillahi wa ina illaihi raji’un.
    mohon koreksi wa… atas pemahaman abah yang bodoh ini.
    salam

    Waalaikum salam
    Terimakasih kunjungan nya, bah.
    Untuk mengenal ALLAH secara utuh memang kita ndak akan mampu
    Tapi kita dapat mengenali Sifat-Sifat ALLAH dengan membaca Ayat-Ayat-NYA yang tersurat dalam AL-QURAN dan Ayat-Ayat NYA yang tersirat disekitar kita, Seperti sifat KHALIQ NYA ALLAH, ALLAH Yang Maha Menciptakan, Yang Menciptakan, saya, abah, Yang Menciptakan semut, Yang Menciptakan presiden-presiden, menciptakan bumi, bintang, matahari, udara, air.

    Kemudian Sifat AR-RAZIEK ALLAH, Yang Maha Memberi Rezeki, kalau kita mengenal Sifat Maha Razieq ALLAH maka untuk perkara mencari rezeki sebetulnya bukan perkara susah, ayam saja yang tak punya AKAL diberi rezeki, apalagi kita, manusia.

    Kemudian Sifat Ash-Shomad, Maha Tempat Meminta, kalau kita mengenal Sifat ALLAH Yang Maha Tempat Meminta , maka kita tak akan meminta-minta kepada selaian ALLAH.

    Dalam sebuah riwayat hadits pernah saya baca ” Bila seseorang ditimpa kelaparan atau kesusahan, kemudian selama tiga hari saja dia tidak mengadukan kesusahannya itu kepada makhluk, dia hanya mengadukan kesusahannya itu kepada ALLAH saja, maka ALLAH akan menjamin rezeki yang berkah untuknya selama 1 tahun

  9. Assalamu’alaykum warahmatullah

    Kaifa haluk ustadz..

    Andai setiap elemen dari umat ini saling bersatu dan saling menguatkan, insyaAllah kebangkitan Islam itu sangat dekat, tetapi ketika masing-masing elemen ini merasa harus diutamakan, sepertinya jalan kebangkitan Islam masih cukup panjang.

    Saya tertarik dengan tausiah ustadz, terutama pada kalimat “Disini AKAL manusia diperlukan, untuk mengurus suatu perkara yang sangat menentukan Baik dan Buruk nya kehidupan yang akan dilalui nya di Dunia”. Memang akhir zaman ini segala “keanehan” bermunculan, akal lebih digunakan untuk mengakal-akali kebenaran daripada menguatkan kebenaran. Kedudukan dalil berada dibelakang “akal”, jika tidak sesuai dengan “akal”, jangan heran dalil akan dicampakkan. Kita lebih disibukkan dengan perkara2 dunia tetapi melalaikan perkara akhirat tempat kita kembali. Kita lebih banyak mencari kekayaan, popularitas, kebanggaan dll dibandingkan keberkahan amaliyah. Padahal Rasulullah SAW telah mengingatkan “Bukanlah kekayaan itu karena harta yang banyak, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati.”(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

    Sungguh indah jika “akal” ada dibelakang dalil(akal yang tdk mendahului dalil), niscaya tercipta pemikir2 yang hanif(lurus), orang2 kaya yang dermawan, orang2 yang qarinah (berlapang dada dengan kondisi yang ada, sambil terus mengusahakannya dengan sungguh2 menjemput karunia Allah), penemuan2 yang bermanfaat dan banyak hal positf lainnya, seperti yang pernah dihasilkan oleh generasi Salaful shaleh. Semoga perlahan-lahan tapi pasti, kita semua bergerak kearah yang lebih baik itu, insyaAllah.

    Rabbi habli hikmaw wa alhiqni bish shalihin (QS Ibrahim:83)

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

  10. @pacaranislamikenapa
    Assalamualaikum wr wb
    Sekali lagi saya sampaiken, saya bukan ustadz, saya cuma seorang hamba ALLAH biasa, kalo ustadz buat anak anak saya mungkin iya, tapi paling tidak terimakasih untuk penghargaan antum memanggil saya ustadz, ustadz untuk anak anak nya.

    Faktor yang paling berpengaruh pada Kemunduran Islam yang pertama adalah karena Amalan Silaturahmi ditinggalkan, sehingga perasaan bersaudara antara sesama Muslim saat ini menjadi sangat tipis dan cenderung tidak ada sama sekali.

    Ketika Rasulullah SAW dihantar ALLAH untuk menyampaikan Islam, usaha yang beliau buat pertama kali adalah Silaturahmi, semua penduduk Mekkah beliau kunjungi setiap hari, sambil menyampaikan kalam, “Yaa Ayyuhannaas quulu LAA ILAAHA ILLALLAAH, Tuflihuun”/”Wahai Manusia Ucapkan LAA ILAAHA ILLALLAAH niscaya kamu akan berjaya”. Beliau kunjungi Abu Bakar ra, beliau kunjungi Bilal ra, beliau kunjungi Arqom ra, juga Abu Djahal, bahkan menurut riwayat Hadits beliau mengunjungi Abu Djahal itu sampai 80 kali.
    Kemajuan Islam sebetul nya sudah dipelupuk mata, tinggal bagaimana kita saja, mau tidak kita mencontoh dan membuat usaha seperti yang pernah dibuat oleh Rasulullah SAW ini, dimana hanya dalam waktu 23 tahun beliau bisa merubah pola hidup Bangsa Arab dari Jahiliyah menjadi orang orang yang dicintai ALLAH dan beliau dapat meng-Islam-kan penduduk Mekkah, Madinah dan bahkan hampir seluruh dari Jazirah ARAB

  11. Jangan lupa, salah satu tujuan Allah SWT menciptakan manusia adalah sebagai khalifah di muka bumi. Dan bagaimana menjadi khalifah tanpa akal?
    Kebutuhan duniawi juga perlu diperhatikan. Semua ada haknya. Islam tidak menganjurkan menjadi pertapa.

    Justru itu binatang tak dijadikan khalifah, karena ndak punya AKAL
    Untuk mencukupi Kebutuhan Duniawi manusia tak memerlukan banyak AKAL

  12. kalau kemajuan islam?
    kalau kemajuan kristen?
    kalau kemajuan yahudi?
    kalau kemunduran hindu?
    kalau kemunduran budha?
    kalau kemajuan manusia?
    kalau kemunduran manusia?

    ah betapa panjang tanyaku padamu…

    Harus kah Daku menjawabnya?

  13. as Salamu alaikum jamian
    Sekedar meluruskan sejarah. Bahwa para sahabat itu keluar dari madinah dan menyebar untuk tujuan yg pasti, yg tidak lain adalah *jihad* berperang menegakkan kalimat Allah (jihad disini makna hakiki, bukan secara bahasa =dakwah ). Jadi mohon diluruskan. keluarnya bukan membawa kompor dan selimut, tetapi membawa peralatan perang. Semoga dapat melihat sejarah dengan sebenarnya dan tidak dipelintirkan.
    wasalam

  14. wak,sukses y buay lagu yg lo bkin tu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    klau mang lagu lo lbh bgus dr kangen,napa lo tdk terkenal
    jgn bkn nama ank hip-hop malu dong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s