Kemuliaan WANITA

Assalamualaikum wr wb…

Setelah 1 bulan wafatnya bunda sampai sekarang kami masih menetap di Jakarta. Waktu waktu setelah dhuha, yg kalau dikampung dihabiskan dilewatkan dengan membuat postingan di kebon, kalau di Jakarta dilewatkan dengan mosting di wordpress aja, karena saya tak punya keberanian lagi untuk jalan-jalan ke luar rumah, menyia-nyiakan pandangan..

Di Jakarta kami juga punya rumah, bukan rumah sebetulnya, cuma teratak murah kalau kata orang melayu. Rumah ini ada di dalam komplek perumahan di selatan Jakarta. Sebetul nya rumah ini jarang kami tempati, karena dulu istri saya lebih banyak tinggal dirumah orang tuanya. Istri saya anak semata wayang. Karena saya sering tugas ke luar negeri sampai berbulan-bulan istri dan anak anak saya lebih banyak menetap di rumah mertua saya.

Rumah ini rancangan istri saya, ruang depan dan belakang terpisah dinding berpintu. Kalau ada tamu wanita mereka masuk lewat pintu samping, pintu tengah akan dikunci dari dalam oleh istri saya, sehingga kalau ada tamu wanita, kami para lelaki tak bisa masuk ke bagian dalam rumah. Penghubung ruang depan dengan ruang belakang hanya lobang kecil seperti loket untuk bicara dan mensupply konsumsi buat kami dari belakang.

Dulu saya sempat protes, kenapa saya tak boleh bergabung dengan ibu-ibu di belakang? Dijelaskan oleh istri saya, bahwa perempuan perempuan itu bukan muhrim saya. Jadi saya tak boleh campur dengan mereka?? duh.. keras betul aturan istri saya ini.

Sekarang baru saya faham, ternyata aturan Agama yang di anut istri saya ini begitu santun, begitu indah.

Selama di Jakarta ini, istri saya, bu dulSomad, banyak dikunjungi teman lamanya. Maklumlah, hampir 6 tahun kami habiskan waktu di pulau kecil di laut china selatan itu.

Sempat menjadi pandangan keheranan para tetangga, ketika melihat wanita-wanita yg datang diantar suaminya itu mengenakan purdah, bahkan sebagian bercadar.

Agar tak menjadi keheranan yg berkepanjangan saya sarankan agar bu dulSomad membuat penganan dan mengundang mereka (para tetangga wanita) buat datang kerumah, sekalian menjelaskan, sekalian mereka liat juga, wajah seperti apa sih yg ada di balik purdah itu?

Di hiruk pikuk Jakarta ini, ternyata banyak juga penduduknya sudah faham aturan agama, wanita-wanita ber-purdah, laki-laki memakai gamis, mungkin termasuk pemandangan yg langka, tapi ALHAMDULILLAH.. saya menyaksikan ini ada, di Jakarta.

Menjelang siang biasanya tamu-tamu istri saya itu datang, mereka diantar suami nya. Dan sorenya dijemput lagi. Sungguh suami suami yang baik.
Suami-suami itu ada juga yg mampir ngobrol dengan saya, berkenalan. Karena sebagian mereka memang saya belum kenal. Saya kadang jadi malu karena istri saya dan istri mereka ternyata adalah sahabat baik, sejak lama.

Dulu … saya memang tak biasa berlama-lama di rumah, seminggu di malay, kemudian ke tokyo, lanjut sebulan di beijing, lanjut lagi ke bahrain …. muter..!@#…xc..

Istri saya berasal dari keluarga santri, orang a’lim. Teman-teman nya juga, ya orang a’lim. Walaupun masing-masing sudah bersuami tetapi mereka tetep menjalin silaturahim, saling mengunjungi. Sementara saya? saya adalah keluarga priyayi, orang kaya, yang kalau lewat dikawal sirine.. orang penting! weh weh weh…

Maka jadilah saya orang sok sibuk, tersibuk di dunia….

Saking sibuk nya saya dulu, saya tak pernah tau perkembangan 2 anak laki laki saya, bahkan saya tak pernah tau kalau anak bungsu saya, Muhammad Taufiq sudah hafal 10 Juzz AL-QURAN pada usia 12 tahun.

Saya hanya sibuk mengejar uang, materi, uang, pangkat, jabatan, kebendaan.

Kalau saja saya mati pada waktu itu…?@#……..xc..- Cilaka!

……………………………………………………………………………………………………………………………….

Untung lah.. ALHAMDULILLAH, dirumah saya ternyata ada sebutir mutiara, ada wanita mulia yang sekian lama saya abaikan. Sementara saya kesana kemari ke seluruh pelosok negeri, mencari kemuliaan-kemuliaan semu….

Kemuliaan wanita ternyata ada pada amalnya, amal Agama. Kemuliaan wanita bukanlah apabila wanita itu menduduki jabatan yg tinggi, menjadi wanita karier, tetapi wanita yg Mulia adalah wanita yg Taat kepada Tuhan nya, bisa melaksanakan semua perintah ALLAH SWT dengan mengikuti cara Rasulullah SAW.

Manusia lahir ke dunia bukan untuk menghuni dunia, dunia cuma tempat transit, tempat ujian saja, manusia diciptakan untuk suatu alam yg kekal abadi, ABADAN ABAD, yaitu kampung Akherat.

Khusus nya wanita, sebetulnya tak ada peluang bagi kaum wanita untuk tak lulus dalam ujian di dunia.

Wanita cukup punya sifat Sabar saja.

Seorang wanita yg dia sabar karena suami nya dzalim seperti Firaun, maka ia akan mendapatkan pahala seperti Aisiyah, istri Firaun. Luar biasa.

Wanita-wanita mulia ini kelak di akherat akan menjadi Ratu Bidadari di Surga…..

………………………………………………………………………………………………………………………………..

Tapi sekarang …

Wanita-wanita banyak yang mencari kemuliaan lain, kemuliaan semu, kemuliaan fana…

Mencari kemuliaan dengan kemolekan tubuhnya, dengan kecantikan, dengan jabatan, dengan menuntut persamaan hak dengan lelaki ….

Duh … wanita! menjadi tanggung jawab siapa???????

13 pemikiran pada “Kemuliaan WANITA

  1. Indah sekali kisah nya Wak .. mudah2an menjadi cermin para wanita. Hendak kemana sebenarnya mereka. Kalau kita larang, dianggap menentang emansipasi. Kalau dibiarkan, kebablasan. Apapun pilihan hidup .. seharusnya menuju ketiadaan. Turut berduka atas berpulangnya ibunda tercinta.

  2. Assalamualikum wr wb semua
    @Neng xwoman
    sampaikan salam wak pada ayah mu, ingatkan beliau akan ada pertemuan ummat Islam tanggal 3, 4, 5 Agustus di Jakarta

    @Bu jurig
    Agama adalah perkara tak bisa sepakat dengan jalan pikiran kita..?!!?

    @Pak Erander
    Semoga para wanita cepat menyadari Fitrahnya…

  3. Gile ! Berarti orang jawa dulu bener dong ya … tugas perempuan itu cuma Macak , Manak , Masak , Mekangkang ….. wakakakakaka…..

    Selamat masuk surga pak…..

  4. Oya …. menurut islam , perempuan bebas memakai nama keluarganya sendiri …. kok ngakunya islam tapi si istri numpang nama situ ? bu dul somad …. situ mati entar dia kawin ama siapa gitu , namanya ganti lagi dong !!!!!!! kacian bu dul somad

  5. faktanya sekarang malah wanita yang pengen menurunkan kemuliaannya…masya allah…untuk itulah saya sangat bangga dengan akhwat yang berhijab secara kaffah demi menjaga kemuliannya.

  6. Tapi aku ndak harus menjadi seorang Firaun agar istriku nanti masuk surga toh, Wak??

    Syukurlah kalau Wak dapatnya istri yang SABAR. Karena aku juga dapat calon yang begitu itu, Wak

    *blushing*

    Tapi… kriterianya mungkin agak beda, Wak, ya? Soalnya yang aku dapat ini sabar namun juga mau ngeritik kalo ada yang dianggapnya ndak benar. Dan itu sebabnya aku jadikan dia sebagai calon istri🙂

    Kalo calonnya aku ini ndak pake purdah, Wak. Tapi berjilbab dan pakaiannya sopan… aiihh… aihh.. jadi curhat colongan begini😛

    Pokoknya selamat deh, Wak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s