Generasi Gamang (HATI, bagian yang terlupakan… 5)

Assalamualaikum wr wb..

Peristiwa di IPDN/STPDN hanya lah satu letupan kecil, tetapi akan menjadi awal letupan-letupan yang akan terus bermunculan, dari berbagai tempat sejenis lainnya.

Peristiwa seperti yang terjadi di IPDN/STPDN, sesungguhnya adalah buah yang akan terus dihasilkan oleh pohon yang ditanam oleh sistem pendidikan di Indonesia maupun di Dunia, terus sampai akhir zaman selama tak ada usaha perbaikan atas sistem tersebut.

Secara AKAL, dan memang realistis nya demikian, tidak ada sekolah yang mengajarkan keburukan, semua sekolah dari es-de, es-em-p, es-em-u, sampai kuliah mengajarkan kebaikan, tapi mengapa produknya malah lebih banyak keburukan, manusia-manusia bar-bar!?, rusak!?, jahiliyah!? bahkan melebihi jahiliyah nya Kaum Kafir Quraisy dulu, hanya sebagian kecil produk lembaga pendidikan yang punya klasifikasi agak baik, selebihnya ..!?

Menurut pemikiran saya, yang OOT dan ndak Connect, sistem pendidididikan di Indonesia dan di Dunia adalah karena penerapan sistem pendidikan yang sifatnya hanya mengolah Akal, Otak dan Fikiran. Bagaimana manusia menggunakan Akal, Otak dan Fikiran nya agar barang/benda lain dapat mendatangkan manfaat baginya.

Seluruh ruang di dalam Otak dijejali dengan teori, rumus, konsep, script, bagaimana cara mengolah barang/benda/makhluk agar dapat menjadi alat bantu baginya dan dengan harapan dapat membuatnya bahagia.

Sistem pendidikan seperti ini cenderung mencetak manusia menjadi mesin, membuat otaknya menjadi seperti microchips, cenderung menjadi mesin yg bekerja secara terstruktur tapi tak berperasaan, tak bermoral.

Terabaikan nya HATI, PERASAAN, membuat sistem pendidikan bukan menghasilkan manusia, tetapi makhluk (robot) yang tak berPERASAAN? yang hanya menggunakan AKAL dan OTAK bahkan cenderung menggunakan OTOT.

Yang diperlukan saat ini adalah bukan hanya menganjur kan pembubaran, mendukung pembubaran atau mengalihkan perhatian, tetapi mencarikan solusi.

Bahwa diperlukan suatu sistem pendidikan yang mengeksploitasi HATI, men-Tarbiyah Rohani sehingga produk yang dihasilkan adalah manusia yang ber-HATI baik, Ber Rohani baik, ber-PERASAAN.

Misalnya mengajarkan perasaan TAKUT kepada Tuhan, ALLAH, akan membuat manusia takut untuk berbuat dosa, korupsi, bermusuhan apalagi sampai menganiaya sesama.

Mengajarkan perasaan SAYANG kepada sesama makhluk Tuhan, ALLAH, akan membuat manusia hidup berdampingan secara damai.

Sistem pendidikan yang lebih dekat menyentuh permasalahan HATI adalah pendidikan AKHLAK, MORAL …. itulah AGAMA.

Saat ini pendidikan AGAMA menjadi pendidikan yg disepelekan, diremehkan, di hujat, di maki, gaji seorang guru ngaji dibanding gaji seorang guru privat komputer, atau sekolah musik, sangat kontras.

(Ntar di terusin lagi wak somad mo sholat isya dulu …..)

Pulang kerumah langsung nongkrong (ngetik ngadepin tipi kalo kata mak Somad)

………………………………………………….

Generasi cengeng

Seluruh bahan baku sistem pendidikan ini, mulai dari tingkat kelas nol (yg paling rendah) sampai yang produknya yang konon paling malah, eksklusif (titelnya S-100), sebetulnya tak lebih dari robot, mayat hidup, bernyawa tapi tak punya RUH, kalaupun jadi manusia tak lebih dari produk manusia bertemperamen cengeng.

Berangkat sekolah diantar mobil mewah, Dzahirnya gagah, tapi mudah terserang masuk angin. Postur tubuhnya tegap, tetapi ketika menerima esemes putus dari pacarnya menangis melolong sambil gitaran begadang semalam suntuk.

Gaya bicaranya memang tegas, bak memimpin batalyon dengan ribuan pasukan, tapi berani nya cuma berkelahi dengan anak buah sendiri, baru mendengar letusan petasan saja ter-pipis-pipis dicelana yg dilapisi pempers.

Bahasannya tentang Ilmu Pengetahuan juga lugas, teknologi hebat, tapi pesawat terbang canggih malah ditukar beras ketan item, duh.

Generasi Bingung

Sukanya membuat seminar tentang agama, tetapi tak kenal kepada YANG PUNYA AGAMA nya, dipanggil ke Mesjid malah masuk ke pasar-pasar, warung makan. Hobinya menumpuk barang dan keperluan yang justru akan dia tinggalkan, bukan mempersiapkan bekal yg bakal dia bawa.

Perilaku Binatang

Kerjanya cuma makan, kawin dan tidur, ini yang paling parah, berperilaku menarik lawan jenis dengan kemolekan tubuhnya, kawin disembarang tempat, dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja.
Ya RABB ampuni saya……….

19 pemikiran pada “Generasi Gamang (HATI, bagian yang terlupakan… 5)

  1. Yang diperlukan saat ini adalah bukan hanya menganjur kan pembubaran, mendukung pembubaran atau mengalihkan perhatian, tetapi mencarikan solusi

    saya suka sekali dengan kata2 yang saya tebalkan tersebut, bisa dijabarkan penjelasannya menurut versi wak?
    btw, udah pernah baca isi petisi belum?

  2. @joesatch,
    saya rasa wak somad cuma ingin memberi contoh ketika adzan berkumandang, sesuatu yang bisa ditinggalkan tuh ditinggalin dulu utk memenuhi panggilan….🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s