Akal dan HATI antara Percaya dan Yakin (HATI, bagian yang terlupakan …2)

Assalamualaikum wr wb…

Sebetulnya saya pengen nanggapin postingan si agor agak panjang, tapi sesuai saran temen yg lagi kena musibah, kalau saya buatkan comment, takut OOT lagi, jadi buatkan trekbek aja

Disuatu kampung ada sebuah pertunjukkan sirkus yang sangat menarik, atraksi nya bermacam-macam.

Pada suatu sesi acara ditampilkan lah pertunjukan keterampilan seorang artis yang dapat berjalan menyeberang tali yang dibentangkan dari ujung ke ujung arena pada ketinggian hampir 10 meter;

Pada sesi pertama, sang artis sambil memegang tongkat penyeimbang badan, bertanya kepada penonton.

Apakah para penonton percaya saya dapat berjalan melintasi tali ini sampai ke seberang?” tanya si artis.

Percaya!” penonton menjawab serempak.

Kemudian sang artis itu berjalan hati hati, meniti tali dibantu tongkat penyeimbang badan, hingga sampai keseberang dan disambut tepuktangan hangat para penonton.

Sesi berikutnya sang artis melepas tongkat penyeimbang badannya. Sebelum aksi berikutnya sang artis berkomunikasi lagi dengan penonton.

Sekarang, saya melepas tongkat penyeimbang badan saya, apakah penonton percaya saya masih dapat menyeberangi tali ini dengan selamat?” tanya sang artis.

Oo… kami percaya” jawab penonton bersemangat.

Perlahan sang artis mulai menapaki tali penyeberangan dengan hati hati, merentangkan kedua tangannya sebagai alat bantu penyeimbang badan, hingga ia selamat sampai ke ujung tali yang satu nya lagi.

Kembali penonton memberikan tepuk tangan meriah.

Selanjutnya sang artis mengambil sebuah kursi dan berkomunikasi lagi dengan penonton.

Sekarang saya akan menyeberang tali ini sambil membawa kursi. Masihkan penonton percaya saya akan sampai keseberang dengan aman?” tanya sang artis kembali.

Percaya…” penonton menjawab dengan antusias.

Kembali sang artis mempersiapkan diri, dijunjungnya kursi yg sudah dipersiapkan tadi, dan dia mulai menapaki tali penyeberangan dengan hati-hati.

Penonton menahan nafas, hening…. . Namun karena kepiawaian sang artis memang sudah teruji, kembali sang artis dapat menyelesaikan atraksinya dengan sukses. Dan penonton pun kembali bertepuk tangan tanda suka cita.

Pertunjukkan menjadi semakin menarik, dan penonton menjadi semakin antusias, berharap akan ada lagi atraksi yg. lebih nenarik.

Sang artis kembali berkomunikasi dengan penonton.

Wahai penonton sekalian, kita telah saksikan beberapa atraksi. Kini kita sampai pada atraksi puncak. Saya akan kembali menyeberang tali ini sambil membawa kursi, tetapi kali ini kursi itu akan di duduki orang“, demikian penjelasan sang artis.

Sekarang masihkah penonton percaya akan kemampuan saya” , tanya sang artis kepada para penonton.

Kami percaya…“, penonton menjawab sambil berteriak gembira.

Sekarang kita akan memulai pertunjukan puncak” kata sang artis, “tetapi saya memerlukan sukarelawan yang siap duduk diatas kursi yang akan saya bawa menyeberang ini” lanjutnya.

Apakah ada penonton yang siap…?” demikian tantangan sang artis kepada para penontonnya.

Semua penonton terdiam, hening, meraka saling lirik…..

Adakah yang siap…?” kembali suara sang artis memecah keheningan

Tak satu jawaban pun keluar dari mulut para penonton.

“Adakah ada Blogger yang siap?” Wak Abdul bertanya.

Kalau ada yang siap, berarti anda menjawab dengan HATI, keberanian anda untuk duduk di atas kursi itu adalah karena adanya suatu KEYAKINAN.

10 pemikiran pada “Akal dan HATI antara Percaya dan Yakin (HATI, bagian yang terlupakan …2)

  1. Humm… jadi apapun ada enak dan ga enaknya, jadi penonton misalnya.. hanya sedikit yang perhatian, berdesak-desakan kesana kemari dengan bau keringat dan aroma parfum murahan yang berjubel jadi satu menjadikan oksigen sendiri enggan untuk sekedar mampir di paru-paru.

    Disisi lain, sang artis sendiri memiliki apa yang disebut kejenuhan, kejenggahan tersendiri saatprivacy, dan apa yang disebutnya nyaman terusik dan tidak berkenan baginya.

    Karena sama-sama ga enak… aq milih jadi.. uhmm… jadi..

    Nah.. jadi BATU. :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s