Tongkat Nabi Musa cuma Tongkat Biasa

Assalamualaikum wr wb

Setelah “mondok” dan “ngaji” di Madyan selama sepuluh tahun di kediaman Nabi Syuaeb A.s. Nabi Musa A.s berangkat lagi ke Mesir .

Di tengah perjalanan, di sekitar Bukit Thursina, ketika Nabi Musa A.s dan keluarganya kedinginan beliau melihat seberkas cahaya di kejauhan, kemudian Nabi Musa A.s mendekati cahaya tersebut yang ternyata cahaya itu adalah isyarat panggilan ALLAH untuknya.

Disana terjadi lah dialog antara Nabi Musa A.s dengan Dzat yang Maha Agung ALLAH Azza Wajalla.

Ketika itu Allah bertanya kepada Nabi Musa As.
“Apa itu ditanganmu ya Musa” ALLAH bertanya, maka Nabi Musa A.s. menjawab ” Ya, Allah ini tongkat ku”.

Kemudian ALLAH bertanya lagi.
“Wahai Musa apa guna tongkat mu itu?”,

Maka jawab Nabi Musa A.s.” Ya, ALLAH dengan tongkat ini aku bertelekan, dengan nya aku menghalau ternak, dan dengan nya aku mengambil daun-daun untuk makan ternak dan banyak lagi kegunaan lainnya”

Selanjut nya dari kejadian tersebut, menurut yang saya dengar dalam sebuah Muzakarah, ada beberapa palajaran yang dapat kita petik antara lain :

Pertama, Allah bertanya, bukan ALLAH tidak tahu, tetapi ALLAH ingin agar Nabi Musa dan seluruh manusia setelahnya Mengetahui.

Kedua, tentang keyakinan manusia terhadap yang dzahir, sebagai mana Nabi Musa A.s. yang begitu yakin kepada tongkatnya.

Nabi Musa A.s. begitu yakin “tongkat” nya-lah yang memberikan bermanfaat bagi nya, sehingga ALLAH yg cuma bertanya 1 pertanyaan di jawab oleh Nabi Musa dengan lebih dari 3 jawaban.

Kemudian ALLAH memerintahkan Nabi Musa A.s. untuk membuang tongkat nya “Wahai Musa, sekarang kamu lemparkan tongkat mu”.

Dan ketika Nabi Musa A.s melemparkan tongkatnya, berubahlah tongkat itu menjadi ular, tongkat yang tadi dibanggakan oleh Nabi Musa A.s. dan diyakini bisa memberikan manfaat baginya, berubah menjadi makhluk yang justru menakutkan dan akan mendatangkan mudhorot baginya.

Satu pelajaran lagi, tongkat itu ternyata tidak bisa mendatangkan manfaat apapun tanpa izin ALLAH, hakekatnya makhluk tidak bisa memberikan manfaat tanpa izin ALLAH.

Karena fitrahnya sebagai manusia, Nabi Musa A.s. menjadi begitu ketakutan melihat tongkatnya yang telah berubah menjadi ular yang sangat besarlagi lincah. (dalam sebuah riwayat ular tersebut dikisahkan sebesar pohon kelapa bahkan mungkin lebih besar)

Kemudian ALLAH perintahkan lagi agar Nabi Musa A.s. menangkap ular itu, bahkan ALLAH perintah kan Nabi Musa A.s. menangkap ular itu, dibagian dimulutnya pula.

Walaupun dipenuhi rasa takut, namun Nabi Musa A.s berusaha untuk taat, karena yang memerintah adalah Dzat Yang Maha Jalal, Maha Hebat, Yang Menguasai Dua ALAM, Dunia dan Akherat, ular itu ditangkap oleh Nabi Musa A.s. tepat dimulutnya, maka berubahlah ular itu kembali menjadi tongkat, tanpa satu gigitan ular pun yang melukai Nabi Musa A.s.

Satu pelajaran lagi, bahwa ular (makhluk) tidak bisa mendatangkan mudhorot, tanpa izin ALLAH.

Pelajaran sesungguhnya yang ingin ALLAH berikan kepada Nabi Musa A.s. dan kepada kita manusia adalah kurang lebih sebagai berikut :

Tentang Keimanan
– Makhluk tidak bisa memberikan manfaat dan tidak bisa mendatang mudhoroth tanpa izin ALLAH.
– ALLAH tidak ingin ada kebesaran makhluk dalam hati kita, sebagaimana ada kebesaran tongkat dalam hati Nabi Musa A.s.
– ALLAH tidak ingin, kita meyakini yang Dzahir, makhluk, yang tampak mata.
– ALLAH ingin, dalam hati kita hanya ada kebesaran NYA saja.
– ALLAH ingin, kalimat Iman, Laa Ilahaa Illallaah, ada didalam hati-hati seluruh ummat manusia.
– Dan ALLAH ingin manusia meyakini yang tidak tampak mata, Yang Ghoib, meyakini yang tidak tampak itulah IMAN.

– Dan tongkat itu memang cuma Tongkat BIASA, yang LUAR Biasa itu ALLAH. Karena tongkat itu menjadi luar BIASA karena izin ALLAH Subhaanahuu Wata’ala.

23 pemikiran pada “Tongkat Nabi Musa cuma Tongkat Biasa

  1. Topik beginian kok sepi. Giliran soal telanjang, Julia Perez, bidadari surga lah, pada nyablak. Tak sobek-sobek nanti mulutmu..!!

  2. Assalamualaikum wr wb
    @mathematicse
    Salam kenal juga

    @Johans
    Sabar pak

    @djay
    Selain ALLAH adalah makhluk, makhluk tak bisa memberi manfaat atau modhoroth tanpa izin ALLAH

  3. euh… yah sayangnyah begituh… kalau tongkatnya masih ada ajah sekarang teh… pasti ajah banyak yang nyembah… sedangkan ada yang dianggap melahirkan kura2 ajah… pada diminum airnyah… disembah2… duh… seharusnyah disuruh pada baca disinih biar pada ngerti…

  4. Salam bagi Team redaksi,
    saya ingin bertanya disini apakah cerita waktu Nabi Musa berbicara dengan Zat Allah, di bukit tusina, dengan dia melemparkan tongkatnya? tolong di jelaskan sela di antara dua cerita tersebut karena kalau tidak salah, waktu dia lontarkan tongkat itu di saat bertemu dengan para penyihir Fri’aun. dan tolong disebutkan rujukan yang anda sebut ( dalam salah satu mazakkarah) karena perlu untuk umum mengetahui rujukan kata kata itu dari mana agar sampai berita itu kemereka yang tidak mengetahui sebelumnya dengan lengkap dan benar
    terimakasih
    wassalam

  5. Sejarah ini sangat bermanfaat untuk menaikan Iman Yakin kepada Alloh SWT.Saya hampir selalu menangis jika memuzakarahkan/mengingat cerita ini

  6. aq senang dengan hal2 seperti ini,,, kirimin aq topik2 seperti ini ya… agar aq n kita semua lbih dekat lg pada Allah…

  7. Setuju, sebuah pelajaran yg sangat berharga. Meyakini bhwa tidak ada satu bendapun yg bisa mendatangkan manfaat dan madharat kecuali dengan izin Alloh (robbul ‘izzati). Mudah bg Alloh menjadikan sstu yg d anggp mustahil oleh makhluk. “Kun fa yakun”

  8. Assalamualaikum , pendapat saya , tongkat Rasul Allah itu , bukanlah biasa , ia adalah tongkat yang luar biasa , walaupun pada hakikat tongkat itu hanya sekadar digunakan untuk manfaat Musa as seperti yang dinyatakan oleh pengarang di atas , tetapi Allah telah mentakdirkan dan mengizinkan tongkat itu menjadi tongkat yang lebih berguna buat Musa as , jika Musa as terfikir ingin menjadikan tongkatnya seperti rumah , dia semestinya akan meminta izin pada dzat kekal ( Allah SWT) untuk menjadikan apa yang di inginkannya , tongkat itu tongkat yang diangkat darjatnya daripada tongkat-tongkat yang ada di dunia ini oleh Allah SWT untuk membantu Musa as , daripadaitu , tongkat itu bukan tongkat biasa . itu adalah tongkat yang diangkat darjatnya oleh Allah . wallahualam . salam~

  9. muhd munir bin musa @ tongkat nya tongkat biasa, yang luar biasa adalah IMAN nya Nabi Musa a.s sehingga cuma dengan tongkat, alat sederhana saja, ALLAH beri pertolongan yang luar biasa … hari kini alat kita canggih2 tapi sukar untuk cari pertolongan ALLAH .. karena iman kita lemah

  10. kata siapa tongkat biasa??tergantung yang megang menurutku. buktinya banyak orang2 yang mencarinya disana,bahkan ada yang mengira dimasjid Al-Aqso.padahal sudah dicolong dan dibawa nabi isa. Isa sukanya nyolong banda2 antik. ha…..ha…ha…ha…ha…ha…ha…he..he…he…he…he…ehe……

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s