Mengusahakan AGAMA

Assalamualaikum wr wb
Membaca postingan agorsiloku
membuat saya me-review postingan ini

Di dalam tubuh manusia ada 3 rongga.

Apa bila manusia mengusahakan perut saja, maka manusia sama saja fitrahnya seperti makhluk makhluk lain, yang kerja nya cuma makan dan buang air.

Apa bila manusia mengusahakan otak saja, manusia cuma mengusahakan agar dapat menarik manfaat dari makhluk lain bagi kehidupannya.

Apabila manusia mengusahakan HATI, Mengusahakan AGAMA, manusia akan mendapat manfaat dari YG MEMILIKI banyak makhluk.

Bagaimana agar AGAMA hadir dalam diri manusia, hadir dalam hati, hadir di dalam kehidupan, di dalam rumah, di kantor, dimana mana…

Menghadirkan Agama hanya dapat dilakukan dengan USAHA AGAMA.

Semua Nabi mengusahakan AGAMA, 124.000 Nabi dan Rasul dikirim ALLAH ke dunia untuk perkara AGAMA.

Setelah Nabi terakhir wafat Nabi Muhammad Rasulullah Saw. tak akan turun lagi Nabi, maka tugas ke-Nabi-an, menjadi tanggungjawab UMMAT RASULULLAH, semua laki laki dan wanita yg telah berikrar dengan kalimat….

LAA ILAAHA ILLALLAAH MUHAMMADUR RASULULLAH.

Apa itu USAHA AGAMA…..?

Mengenalkan manusia kepada ALLAH, Tuhan Yang ESA, Yang Maha Menciptakan, Maha Memelihara, Maha Memberi Rezeki.

7 pemikiran pada “Mengusahakan AGAMA

  1. Terserah deh mau baginya gimana. Saya bingung sama komentar anda di joesatch. Kalo dijawab di sana, takutnya OOT, makanya saya jawab saja di sini.

    Mereka-mereka yang bilang Islam ini nggak boleh akal pasti akan menggunakan dalil2 semacam ini:

    1. Mengapa kalo kentut yang dibasuh anggota wudhu, bukannya anus?

    2. Mengapa kok kalo pake sepatu yang dibasuh atasnya, bukan bawahnya?

    3. Isra’ mi’raj itu khan tidak masuk akal. Bagaimana mungkin bisa dikatakan akal itu segala-galanya?

    4. Jin itu tidak terlihat, bagaimana kita bisa mempercayainya dengan akal?

    5. Surga dan neraka tidak pernah dapat dicapai ketika kita hidup. Mana boleh kita mengandalkan akal untuk mempercayainya?

    Nah, pendapat-pendapat ini memang saya kira populer, tapi sebenarnya pendapat-pendapat ini juga rancu ketika mencoba membahas tentang akal.

    – 1 + 1 = 3

    Itu baru tidak masuk akal.

    – Anak lebih tua dari bapaknya.

    Nah, yang kayak gitu juga nggak masuk akal.

    – Semua agama benar.

    Ini juga nggak masuk akal. Bahasa kerennya, kontradiktif.

    Yang dikatakan sebagai tidak masuk akal tapi cuma di luar kebiasaan alam semesta:

    – David Copperfield terbang
    – Kambing berkaki 5.
    – Ayam berkepala dua.
    – Orang berjalan di atas air.
    – Segala jenis keajaiban lain…

    Yang dikatakan sebagai tidak masuk akal tapi cuma tidak diketahui hakikatnya.

    – Berwudhu kok yang dibasuh kaki. Ya jelas tho. Kalo ibadah itu pokoknya manut Rasulullah. Wong ayatnya juga jelas, ati’ullah wa ati’urrasul … . Ibadah mau model kayak gimana dan syaratnya kayak apa terserah sama yang minta diibadahi dong.

    – Isra’ mi’raj. Kita khan nggak tahu pak/mas/eyang abdul, bagaimana mekanisme perjalanan Rasulullah. Bagaimana kita langsung bisa bilang itu ndak masuk akal? Yang kita tidak tahu belum tentu tidak masuk akal. Dulu orang bilang kalo bumi itu bulat juga nggak masuk akal, kalo dalam konteks ini.

    – Kenapa Abu Bakr langsung percaya sama Rasulullah? Lha karena dia berakal. Informasi itu selain bisa didapat melalui indera dan ilmu pengetahuan, juga bisa didapat melalui pembawa berita yang jujur. Orang jujur mana mungkin nggak dipercaya? Justru yang aneh itu yang nggak percaya, karena Rasulullah jujurnya seperti itu kok.

    Ketika kita mengimani Islam dengan dasar kejujuran Muhammad, mu’jizat ilmiah Al-Quran, dan logisnya Al-Qur’an, maka kita telah beriman menggunakan akal. Nah, Segala hal yang dibilang tidak masuk akal tadi, sebenarnya cuman informasi yang tidak lengkap saja, sehingga orang tidak bisa berkata bahwa sesuatu itu benar atau tidak. Seperti misalnya ketika orang barat nggak percaya jin, mereka selalu menganggap orang yang bisa melihat jin itu kena schizophrenia. Nah, kalo orang barat itu mengalami sendiri keajaiban di depan mata mereka, tapi nggak percaya, itulah yang dinamakan menolak kebenaran. Itulah yang dinamakan tidak berakal.

    Udah sore nih. Tapi mau nyambung lagi kapan ya? Mau lewat imel saja nih pak abdul? fauzan.sa at gmail dot com. silakan kirim ke situ kalo mau diskusi lebih lanjut.

  2. #fauzan.sa
    Assalamualaikum wr wb
    Gunakan HATI, karena AKAL kita terbatas.
    Ketika AKAL tak bisa mengungkap KEBESARAN, KEHEBATAN ALLAH, maka gunakan HATI, YAKIN.

    Sebagaimana Sayyidina Abu Bakar r.a me-YAKIN- Isra’ Mi’raj.i

  3. Akal itu memang terbatas, karena memang fungsinya sederhana. Memilih fakta-fakta mana yang bisa diterima dan mana yang nggak dan menyimpulkan fakta-fakta tersebut dengan tetap melestarikan nilai kebenarannya. Paham nggak?😀

    But, ketika hati dipakai sebagai alat untuk mengenali kebenaran, maka hati lebih nggak jelas lagi. Apa bedanya hati dan perasaan? Apa bedanya nafsu sama qolbu? Apa itu tenteram? Bagaimana yang namanya tenteram itu bisa jadi ukuran?

    Kalo orang Kristiani bilang imanilah pake hati. Orang hindu bilang, imanilah pake hati. Orang buddha bilang, imanilah pake hati. Lalu, bagaimana kita tahu mana yang benar kalo mereka sama-sama bilang begitu?

  4. agor ingin menegasi yang disampaikan Mas Fauzan di atas :
    Ketika kita mengimani Islam dengan dasar kejujuran Muhammad, mu’jizat ilmiah Al-Quran, dan logisnya Al-Qur’an, maka kita telah beriman menggunakan akal.

    Dan hati dalam beriman tidak bertanya lagi.
    Salam.

  5. Assalamualikum wr wb
    #agorsiloku
    Ketika terbentur pada kejadian yg. tak masuk di akal (perjalanan yg ditempuh Rasulullah ke Baitul Maqdis cuma 1 malam pp), tetapi kita membenarkan kejadian itu.
    Dengan apa kita membenarkan kejadian itu? masih dengan akal juga?

  6. Namanya agama. Agama kata lainnya kepercayaan. Artinya terserah Anda, percaya atau tidak. Terjadilah pad Anda bila Anda percaya. Tapi tak akan terjadi bila memang Anda tidak percaya. Sama aja kayak hantu. Kalau Anda tidak percaya adanya hantu, tu hantu ga bakal muncul. Yah, semacam sugesti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s