KEMUNDURAN ISLAM (PART 4)
Oktober 8, 2007
Assalamualaikum wr wb
Ummat Islam saat ini merasa pintar, padahal keadaan Ummat Islam saat ini jauh lebih bodoh, lebih jahiliyah, dari pada Kaum Quraisy di zaman ketika Rasulullah Saw pertama kali mendakwahkan Islam. Dan manusia saat ini bahkan hampir berada pada derajat terendah, mendekati hewan.
Orang kafir diibaratkan seperti Handphone canggih tanpa kartu, bentuk nya bagus, teknologinya mutakhir, tapi tak ada koneksi ke jaringan telepon. Handphone nya memang mahal tapi fungsi nya tak lebih dari sebuah calculator atau mainan biasa.
Ummat Islam sekarang ini seperti ini Handphone Butut, punya kartu, tapi tak punya pulsa, ada koneksi kejaringan, tapi tak bisa buat komunikasi apa apa, bahkan untuk mengirim 1(satu) SMS sekalipun.
Ummat Islam saat ini gaya nya seperti sedang menelepon sesuatu yang sangat penting, padahal cuma mendengar instruksi pengisian pulsa. Sangat piawai dalam menulis SMS, apalagi kata-kata manis dan indah untuk sang pacar, tetapi SMS nya nyangkut di out box, karena memang tak punya pulsa, dan tak memang sanggup buat beli pulsa.
Begitulah bunyi Tausiah Kultum, yang dibawakan seorang ustadz beberapa saat sebelum Sholat Tarawih di Musholla Baitunnur, pada hari terakhir menjelang Romadhon berakhir.
Ustadz yang cerdas bisik hati saya…
Orang kafir (manusia) secara dzahir memang sepertinya sukses, harta nya banyak, pendidikannya tinggi, menguasai teknologi, tapi di dalam hatinya nya tidak ada IMAN tidak ada Kalimat Mulia LAA ILAAHA ILLALLAAH.
Tak ada komunikasi dengan DZAT ALLAH…… ALLAH Subhaanahu Wata’ala (SWT), TUHAN kita, TUHAN saya, TUHAN bapak-bapak, TUHAN MUHAMMAD Saw, TUHAN Musa a.s.
Maka orang-orang ini sebetulnya tidak punya fungsi sama sekali di dunia ini.
Ummat Islam saat ini (beliau/penceramah menghususkan Ummat Islam Endonesia), walau pun Butut tapi masih punya koneksi ke jaringan telepon, karena di dalam hati mereka ada Kalimat Mulia yaitu kalimat LAA ILAAHA ILLALAAH, walaupun kalimat ini di dapat dari warisan orang tua (karena dilahirkan oleh orang tua Islam/Muslim).
Tapi jangan gembira dulu, Ummat Islam saat ini sudah Handphone nya butut tak punya pulsa pula. Diakui sebagai oleh ALLAH SWT sebagai hamba-NYA tetapi tak dapat berkomunikasi dengan ALLAH SWT. Tak ada kekuatan untuk membangun komunikasi dengan ALLAH SWt.
Seperti halnya Handphone tanpa pulsa, bisa nya cuma menerima panggilan saja, cuma bisa pasrah, itu pun kalo ada yang ingat nelepon, kalau tidak? kadang 2 sampai 3 hari tak ada dering panggilan masuk. Dicuekin….
Begitu juga keadaan Ummat Islam saat ini, tak ada kekuatan untuk membuat komunikasi, membuat koneksi kepada ALLAH, maka kepedulian ALLAH terhadap Ummat Islam sekarangpun sekedarnya saja. Bahkan cenderung seperti dibiarkan saja oleh ALLAH SWT, dicuekin..????
Dzkir dan Doa nya penuh kalimat yang bagus-bagus, panjang-panjang, dan keras-keras, tapi nasibnya sama seperti SMS tanpa pulsa tadi, Dzikir dan Doa ini tidak naik kelangit, tidak sampai kepada ALLAH, maka tidak dapat mengundang pertolongan ALLAH, karena tak ada pulsa.
IMAN adalah Pulsa bagi UMMAT ISLAM, semakin besar Pulsa yang terakumulasi dalam sebuah Handphone maka semakin banyak komunikasi yang dapat dibuat, begitu juga IMAN dalam Hati UMMAT ISLAM.
Semakin besar IMAN terakumulasi di dalam Hati maka semakin mudah membuat komunikasi dengan ALLAH.
Tidak perlu dengan rangkaiai SMS yang indah indah, satu kosa kata saja, karena ada pulsa, maka SMS itu terkirim. Karena ada IMAN maka Doa dan Dzikir itu terjawab, Doa dan Dzikir itu segera dikabulkan.
Maka perkara yang sangat penting bagi Ummat Islam saat in adalah bagaimana mengusahakan IMAN?
Tetapi..??? saya sudah merasa benar koq? bukankah saya sudah Muslim? Sudah Ber-IMAN?
Bersambung
Entry Filed under: Agama Islam, Artikel, Iman. .
5 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed


1.
Stefano Al-Biruni | Oktober 9, 2007 at 9:51 am
Saya pribadi jadi khawatir, apakah saya dan keluarga sedang mengalami proses kemunduran juga? Pertanyaan penting yang harus kita tanyakan berkali-kali kepada diri sendiri : Mundurkah aku?
Mudah-mudahan ALLAH SWT menjauhkan kita semua dari kemunduran yang merugikan.
2.
izzadwje | Nopember 17, 2007 at 1:05 am
mungkin bisa di jadikan tambahan:
orang islam mundur karena meninggalkan kitabnya
orang non islam maju karena meningglkan kitabnya
dan mengambil teori hidup dari Alquran
3.
Abror | Desember 27, 2007 at 9:53 am
Assalamu’alaykum wr. wb.
Akhi, ana add ya artikel nya di situs ana….mohon izinnya nih….hbs bgs banget artikel dan risaunya akhi nih…..Masya Allah
Alloh Akbar…..
syukron
Wassalam
4. IMAN Islam « wak Ab&hellip | Maret 26, 2008 at 7:23 am
[...] senada ini sebetul sudah saya muat disini, tetapi untuk mempertegas postingan sebelum ini, maka saya posting ulang lagi disini dengan [...]
5.
Affan | Maret 28, 2008 at 2:23 am
Assalamu alaikum. Wr. Wb. Masya Allah, artikel anda bagus sekali, sy sgt trkesan olehnya. Smoga Allah menjaga kita semua dr kemunduran islam