KEMUNDURAN ISLAM ( PART 3)

Oktober 7, 2007

Melupakan SUNNAH (Cara Hidup) Rasulullah Saw

Ketika harta rampasan perang (ghanimah) datang berlimpah pada zaman khalifah Umar r.a, belau berkata :

“Seandainya benda-benda ini mendatangkan manfaat (kebaikan), sudah tentu ia datang pada zaman Rasulullah saw masih hidup.”

Bahkan Sayyidina Umar r.a bersedih melihat keadaan ini sehingga sahabat yang lain bertanya :

” Wahai Amirul Mu’minin, mengapa engkau menangis?”

Sayyidina Umar r.a menjawab :

“Apabila kebendaan datang pada suatu kaum, maka akan muncul banyak fitnah pada kaum itu dan mereka tidak akan selamat dari hal itu”.

———————


Orang, atau suatu kaum, yang berkeyakinan bahwa untuk memperbaiki kehidupannya adalah dengan mengumpulkan harta benda, dengan memperbaiki perekonomian, perdagangan, pertanian, pertambangan, etc adalah orang/kaum yang berkeyakinan rusak.

Nabi Muhammad saw (Rasulullah saw) dulu memperbaiki kehidupan Kafir Quraisy Mekkah, yang super jahiliyah, dengan men-Tarbiyah HATI-nya, menanamkan keImanan, keyakinan kepada ALLAH SWT, keyakinan akan sementaranya Dunia, keyakinan akan keabadian Kampung Akherat.

Dengan Tarbiyah IMAN ini Rasulullah saw cuma butuh waktu 23 tahun dapat merubah kehidupan Kafir Quraisy Mekkah menjadi orang yang dicintai ALLAH SWT, menjadi Sahabat Beliau (Rasulullah saw).

Rasulullah saw bersabda :

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku (Nabi dan para sahabat r.a), kemudian yang setelah mereka (Tabi’in), kemudian yang setelah mereka (Tabi’ut tabi’in).” (Hr Bukhari dan Muslim – Misykat)

Metode Tarbiyah Rasulullah saw telah terbukti berhasil dan membuat Ummat Islam berada pada puncak kejayaan, dan ALLAH sendiri memberi jaminan atas keberhasilan generasi di kurun ini seperti dalam Surat At-Taubah ayat -100 :

Orang-orang pertama dan terdahulu dari kaum Muhajirin dan Anshar, (yakni yang memasuki Islam), dan mereka yang mengikutinya dengan baik, Allah meredhai mereka, dan mereka pun meredhainya, dan disediakan Allah buat mereka syurga-syurga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya buat selama-lamanya, itulah kemenangan yang besar.”

Entry Filed under: Agama Islam, Cerita Sahabat, Dakwah. .

3 Comments Add your own

  • 1. Imam Mawardi  |  Desember 13, 2007 at 6:41 am

    Menjalankan sunnah itu pahala lhooo

    Balas
  • 2. puki  |  Maret 6, 2008 at 4:59 am

    pusing aja kita bosssssssssss

    Balas
  • 3. KHIROSAH  |  Maret 14, 2008 at 5:25 pm

    masalah IMAN harus sering di bicarakan karena IMAN kita kadang keluar kadang masuk

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


buat naik Haji

Iseng-iseng

Pokoknya Al-QURAN dan AL-HADITS yg. palingbenar! Pokoknya Al-QURAN dan AL-HADITS yg. palingbenar!

Agama Islam

Penasehat

Rekan

travelling

wanita sholeha

Komentar Terakhir

rizuan karkun di Tongkat Nabi Musa cuma Tongkat…
pina di Orang-orang Sukses
abuJundi di wanita dalam BAHAYA
Rahman di Hamba ALLAH
diph di Matahari mengelilingi Bum…
anis di KEMUNDURAN ISLAM ( PART 2…
anis di KEMUNDURAN ISLAM ( PART 2…
rozy di Wanita TELANJANG

Tulisan Terakhir

Paling sering dibaca

Spam Blocked

Meta

Arsip

a

 

Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031