S U R G A
Mei 20, 2007
Assalamualaikum wr wb
Lama ndak mosting…
Hampir 3 (tiga) minggu berkhidmat pada BUNDARabu Tanggal 16 Mei 2007 Jam 14.15 Bunda saya tercinta menghadap MAJIKAN nya dengan damai.
Tarikan nafas terakhirnya disaksikan oleh istri saya tercinta, dan salah seorang kakak perempuan saya, tarikan yang halus kata istri saya dengan mata berkatja..
2(dua) hari Bunda dalam keadaan Koma, tetapi jemarinya tetap menggenggam tasbih, hati nya terus berdzikir, saya yakin bunda terus berdzikir, sebab malam-malam terakhir menjelang beliau berangkat, setiap kami lantunkan YAA SIIN, AR-ROHMAN, AL-WAQIAH, AL-MULK atau AL-HIJR, sudut matanya basah.
2 minggu terakhir, ketika kadar gula dalam darah Bunda meningkat, dan luka kecil di ujung ibu jari kaki, Bunda sudah pasrah, tawakkal dengan penyakitnya, tak ada rumah sakit, tak ada dokter, slang infus, atau resep obat.
Bunda seperti nya yakin bahwa beliau akan segera berangkat , beliau hanya minta kepada kami agar selalu bergantian membaca AL-QURAN, tanpa henti.
Innalillaahii wainnaailaihi roojiuun
Alhamdulillaah..
Bunda berangkat dengan Talqin tanpa henti ditelinganya…
……………………………………………………………………………………………..
Sungguh kami tak kuasa menentukan tempat buat Bunda, apakah surga, apakah neraka?
Tapi Juklak dari Gusti ALLOH lewat ayat-ayat Al-QURAN, semampu kami sudah kami coba ikuti, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dan kami yakin, sungguh yakin.., JANJI Gusti ALLOH adalah pasti, apabila JUKLAK itu diikuti maka setiap manusia akan sampai pada tujuan yang diharapkan.
Semoga..
Beri tempat yang Mulia untuk ibu kami ya RABB
Amien
Entry Filed under: Agama, Surga Neraka, wanita. .
11 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed


1.
ברתולומאוס | Mei 20, 2007 at 1:37 pm
Innalillahi wa inalillahi raajiun… (maaf kalau penulisannya salah)
Saya ingin mengucapkan turut berduka cita kepada wak abdul…. semoga cobaan ini dapat wak lalui dengan sabar dan tawakal….
2.
elpalimbani (gak login) | Mei 21, 2007 at 5:51 am
Amien ya Robbal alamin…
semoga beliau menghadap dengan ridho dan diridhoi Allah SWT…
3.
Death Berry | Mei 21, 2007 at 9:04 am
Duh, sampai ada berita yang seperti ini. Semoga Budna diterima di sisi-Nya…
4.
jurig (ngga login) | Mei 21, 2007 at 9:45 am
Semoga bunda-nya wak abdul diberikan tempat disisi-Nya …
amien.
5.
Johans | Mei 25, 2007 at 11:04 am
Surga….sekali lagi manusia cuma bisa berharap….
6.
Heri Setiawan | Mei 26, 2007 at 3:24 am
Tiga amal yang akan tetap mengalir walaupun roh telah meninggalkan jasad,
- Amal Jariyah
- Ilmu yang bermanfaat
- Anak shalih.
Semoga wak keshalihan wak Somad bisa membantu Ibu wak Somad di alam setelah alam fana…
7.
dz. | Mei 26, 2007 at 11:44 am
turut berduka,
cuma bisa berdoa:
tuhan, ampuni bunda abdulsomad,
sayangi dia,
sucikan,
maafkan,
amin.
8.
bangaiptop | Juni 5, 2007 at 1:48 pm
Maaf telat…
Saya turut berduka cita Wak.
Insya Allah amal ibadah beliau selalu ada disisi Sang Majikan.
Wak, sing sabar yaaa.
9.
anung | Juni 6, 2007 at 2:10 pm
innalillah..
turut berduka kang
10. Kemuliaan WANITA « hamba | Juni 16, 2007 at 3:37 pm
[...] 1 bulan wafatnya bunda sampai sekarang kami masih menetap di Jakarta. Waktu waktu setelah dhuha, yg kalau dikampung [...]
11.
nailah zhufairah | Agustus 2, 2007 at 4:46 am
innalilahi wa’innailaihi ra’jiun…saya turut berduka cita wak…