Kebahagiaan Manusia
April 27, 2007
Assalamualaikum wr wb,
Manusia itu terbentuk dari 2 unsur, yaitu jasmani dan ruhani. Jasmani manusia adalah badannya, jasad. Ruhani manusia adalah Agama. Manusia yg tak punya Agama adalah manusia yg hidup tetapi sesungguhnya ia dalam keadaan mati.
Perasaan yang paling dominan dalam diri manusia adalah perasaan menderita/susah dan perasaan bahagia, dan semua manusia pada dasarnya ingin bahagia.
Untuk mendapatkan kebahagiaan, maka manusia akan senantiasa berusaha menggunakan otaknya (fikiran), matanya (penglihatan), telinga nya (pendengaran), dan mulutnya (pembicaraan) agar tetap bahagia, agar tidak sengsara.
Lantas apa indikator kebahagiaan manusia itu? apakah manusia akan bahagia apabila memiliki sepeda motor ? sehingga manusia yang tidak punya sepeda motor tidak bahagia?
Atau manusia akan bahagia apabila menjadi celebities blog? kemudian yg blognya sepi pengunjung tak akan bahagia?
Atau manusia akan bahagia apabila menjadi mahasiswa? kemudian yang tak kuliah tak akan bahagia?
Atau manusia akan bahagia apabila menjadi anak SMA? kemudian yang tak sekolah tak akan bahagia?
Kebahagiaan seluruh makhluk sesungguhnya adalam dalam genggaman ALLAH, dan telah ditetapkan Fitrahnya.
Binatang seperti burung, telah ALLAH tetapkan Fitrah kebahagiaannya ada di udara terbuka, apabila ada di dalam kandang maka burung tersebut tidak akan bahagia lagi.
Juga Kerbau, sang pembajak sawah kebahagaiaannya ada di tanah becek, dalam kubangan. Kerbau akan menderita apabila dia digembala ditengah pasar, ditempat yang ramai.
Begitu juga manusia, ALLAH telah tetapkan kebahagiaan manusia dalam AGAMA, sejauh mana manusia dapat mengamalkan AGAMA sejauh itu pula manusia akan mendapatkan kebahagiaan. Bahagia di dunia yang sementara ini dan bahagia di AKHERAT yang selama-lamanya.
Apabila manusia ingin mencoba keluar dari Agama, maka niscaya dia akan menderita selama-lamanya.
33 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed


1.
agorsiloku | April 28, 2007 at 2:33 am
Kebahagiaan itu, tentram ketika mengingat Allah ya… Yang penting, syukuri saja yang telah diperoleh. Jadi ingat cerita raja yang tidak bahagia, lalu mencari di antara rakyatnya siapa yang berbahagia… kemana-mana dicari tak ketemu. Sampai lelah sang raja tidak berhasil menemui yang berbahagia, sampai akhirnya tiba di gubug tua. Dari dalam, terdengar puja puji syukur bahwa hari ini dia bisa bangun dengan segar dan bisa minum. Ini dia, kata sang Raja. Saya mau temui dan makan bersamanya. Tapi sang Raja tidak menemui apapun, kecuali seteguk air yang baru saja di minum sang pemilik gubug itu. Tapi rasa syukurnya kepada Allah mengalahkan segala apa yang dimiliki oleh Raja itu….
eh… ini konek nggak ya?
2.
abdulsomad | April 28, 2007 at 2:58 am
Assalamualaikum wr wb
#agorsiloku
semoga…
3. Tokoh-tokoh luar biasa « Mencoba yang tak biasa | April 28, 2007 at 10:11 am
[...] luar biasa Published April 28th, 2007 berita Wak Somad yang suka bicara tentang hati dan agama, menjadi tokoh pertama yang dipilih untuk dijadikan [...]
4.
Death Berry | April 30, 2007 at 10:33 am
Wak, tulisan yang menggugah hati.
5.
ris | April 30, 2007 at 11:35 am
hanya diriku yang tahu dimana kebahagiaan itu berada…… ha ha ha….. 23x
6.
Gus Pur | April 30, 2007 at 12:08 pm
Kalau saya si gampang aja. Kebahagiaan itu adalah kalau kita bisa membuat orang lain bahagia karena keberadaan kita. Bukan malah ketakutan dan tak nyaman. Gitu aja kok reprot…!
7.
abdulsomad | April 30, 2007 at 3:57 pm
@Death Berry
nyang benner.. he he he
@ris
Semoga anda bahagia
@Gus Pur
Kebahagiaan itu adalah rasa senang yang berkepanjangan, tak ada akhir
8.
antobilang | April 30, 2007 at 6:12 pm
kedelepanxxx!!
salam kenal ya Wak!
9.
Scrooge McDuck | Mei 1, 2007 at 2:52 am
Hmm… Wah bagus ini. Sederhana juga masuk akal…
10.
elpalimbani | Mei 2, 2007 at 6:12 am
Satuju wak! postingannya bagus …
Salam kenal…
11.
Gus Pur | Mei 2, 2007 at 9:55 am
Buat elpalimbani salam kenal juga. Gitu aja kok reprot prot…!
12.
ris | Mei 2, 2007 at 7:14 pm
SEPEDA (Salam Perdamaian dan damai).
Kegelisahan saya terobati ketika didepan teman…. ketika sendiri, kegelisahan tiba2 muncul begitu saja…. hari ini saya bahagia karena ikut ngisi blog
wss….
13.
Gus Pur | Mei 3, 2007 at 9:06 am
Kalau saya sih gampang aja. Pasti semuanya pada gembira kalau lagi gajian, atau dapat dokat dari orangtua. Hayo jujur! Gitu aja kok reprot…!
14.
xwoman | Mei 3, 2007 at 10:13 am
setuju dengan pak Agor, dengan mengingat Allah dan rasa syukur!
15.
abdulsomad | Mei 4, 2007 at 9:18 am
Assalamualaikum wr wb
@antobilang
Met kenal juga nto.
@Scrooge McDuck
Masukin ke hati juga
@elpalimbani
Salam kenal juga
@ris
hati manusia dalam genggaman ALLAH, mintalah kebahagian kepada ALLAH.
@Gus Pur
Iya sih, tapi gembira nya sesaat doank, habis duit habis gembiranya
@xwoman
rasa syukur juga akan membuat kita bahagia.
16.
madsyair | Mei 4, 2007 at 11:37 pm
Alloh menetapkan kebahagiaan dalam agama.
Kalau sedang bersedih, apa tidak dalam agama? Bersedih jg bisa dalam agama. Ketika keluarga meninggal, bersedih dalam agama, adalah mengikhlaskan kepergiannya dan mendoakan,serta membayar hutangnya. Tidak dengan meratapi,atau me-raung2.
Ini hanya pendapat saya.
17.
abdulsomad | Mei 5, 2007 at 2:55 am
Assalamualaikum wr wb
@madsyair
Apabila dalam satu keluarga ada Agama, apabila anggota keluarga meninggal pun malah makin bahagia, karena sebentar lagi akan menempati kampung yg baru, yg lebih indah dan lebih nikmat, yg kekal…
18.
Heri Setiawan | Mei 5, 2007 at 9:58 am
Orang bilang kalo ilmu itu membuat mudah, seni itu membuat indah dan agama membuat terarah..
So, ndak ada gunanya orang pinter, orang kreatif tapi agamanya kacau balau… yang ini justru membahayakan karena akan menggunakan kelebihan pada dirinya untuk sesuatu yang tidak benar…
sama persis dengan kaum yahudi yang diberikan berjibun kelebihan tapi dia gunakan untuk kemaksiatan… Na’udzubillah
19.
abdulsomad | Mei 5, 2007 at 10:03 am
Assalamualikum wr wb
@Mas Hery
Begitulah dunia sekarang, manusia dengan berbagai kelebihan nya, tapi dalam keadaan tak terarah…
20.
Heri Setiawan | Mei 5, 2007 at 10:16 am
Dan itu bisa menjadi musibah bagi “manusia yang terarah”
21.
abdulsomad | Mei 5, 2007 at 10:30 am
@mas Heri
Assalamualaikum wr wb
dak masalah, karena bernilai “mujahadah” bagi yang terarah..
22.
Shan-in Lee | Mei 8, 2007 at 8:10 am
Wah, renungan yang bagus. ^^
Keren…
….
Keluar dari Islam maksudnya?
Shan-in malah keluar dari yang lain _ _ ;
23.
alief | Mei 8, 2007 at 8:46 am
saya bahagia jika bisa banyak tahu dan bisa banyak memberi yang saya tahu ke banyak orang…
24.
ris | Mei 11, 2007 at 8:45 am
Yah, mungkin saya kurang mensyukuri nikmat yang telah di berikan-Nya, tapi bukan berarti saya mengingkari. kebahagiaan itu sesuatu yang lain bukan sesuatu yang saya inginkan.
misal: saya ingin kebahagiaan saya A, tetapi yang saya dapat B. kadang saya masih bimbang dengan kebahagiaan yang saya terima saya inigin kebahagiaan itu yang saya inginkan.
25.
abdulsomad | Mei 13, 2007 at 2:09 am
Assalamualaikum wr wb
@Shan-in Lee
Itulah kebahagiaan HAKIKI, kebahagiaan ABADI
@alief
memberi tahu pada kebaikan..!?
@ris
Kebahagian dunia itu seperti fatamorgana
26.
Abu Aqilah | Mei 21, 2007 at 5:06 am
Salam kenal, baru pertamam mampir disini. Mampir juga ya di blog kami, tinggal klik. Tukar-tukar pengalaman dan berdiskusi.
Bener mas. Kebahagian dunia adalah kebahagian semu, sedang di akhirat adalah kebahagian yang hakiki.
27.
Johans | Mei 21, 2007 at 11:59 am
@ Gus Pur: SETUJU !
Apalah artinya kebahagiaan, kalau kebahagiaan milik pribadi kita harus ditebus dengan kesengsaraan orang lain. Kebahagiaan kita membuat orang lain sengsara. Contoh sudah banyak. Koruptor berbahagia atas perilakunya yang membuat orang lain miskin. Para teroris juga mengejar kebahagiaan surgawi yang diyakininya, tak peduli orang lain yang tak bersalah jadi kena getahnya. Contoh lain? Pikir aja ndiri…cape deh….!
28.
Hamba Allah | September 20, 2007 at 9:56 am
Kebahagiaan itu relatif.
Anak kecil suka permen, dikasih permen, ia bahagia
Karyawan kerja capek2 dapet gaji lebih, ia bahagia
Cewek cakep dapet cowok idaman, ia bahagia..
Cowok kaya dapet cewek idaman, ia bahagia
Kebahagiaan itu relatif..
Yang tidak relatif adalah kebenaran..
29.
hariadhi | Januari 7, 2008 at 11:05 am
seperti biasa tulisan wak bagus. Menohok sekali. Hihihihi.
Saya yang belum-belum lulus kuliah ini pegimana, Wak? Apa kebahagiaan masih jauh dari genggaman?
30.
Tony | Januari 23, 2008 at 4:13 am
Kita bahagia kalau bisa menjalankan perintah Tuhan karena kita adalah ciptaanNya. Perintahnya ya ada di kitab2 suci yang diturunkan Tuhan melalui para nabinya. Kalau ternyata gak bisa ya jangan minta bahagia dong orang bahagia itu datangnya dari Tuhan jadi ya harus menjalankan perintahNya dulu baru kita akan mendapat kebahagiaan. Gak percaya, coba aja sendiri pasti gak bisa wong namanya manusia
31.
Affan | Maret 29, 2008 at 3:22 am
Orang akn bahagia kalo dihatinya ada cinta, kalo di dompetnya ada duit n kalo di sampingnya ada wanita. It’s real me.
32.
Edi | Mei 26, 2008 at 6:12 pm
Kalau yang ini http://ahlussunahwaljamaah.wordpress.com/mutiara/habib-umar-bin-hafidz/daya-pikat-dunia-yang-menipu/
33.
adi isa | Mei 27, 2008 at 4:33 am
kebahagiaan itu selamat….