Tongkat Nabi Musa cuma Tongkat Biasa
April 7, 2007
Assalamualaikum wr wb
Setelah “mondok” dan “ngaji” di Madyan selama sepuluh tahun di kediaman Nabi Syuaeb A.s. Nabi Musa A.s berangkat lagi ke Mesir .
Di tengah perjalanan, di sekitar Bukit Thursina, ketika Nabi Musa A.s dan keluarganya kedinginan beliau melihat seberkas cahaya di kejauhan, kemudian Nabi Musa A.s mendekati cahaya tersebut yang ternyata cahaya itu adalah isyarat panggilan ALLAH untuknya.
Disana terjadi lah dialog antara Nabi Musa A.s dengan Dzat yang Maha Agung ALLAH Azza Wajalla.
Ketika itu Allah bertanya kepada Nabi Musa As.
“Apa itu ditanganmu ya Musa” ALLAH bertanya, maka Nabi Musa A.s. menjawab ” Ya, Allah ini tongkat ku”.
Kemudian ALLAH bertanya lagi.
“Wahai Musa apa guna tongkat mu itu?”,
Maka jawab Nabi Musa A.s.” Ya, ALLAH dengan tongkat ini aku bertelekan, dengan nya aku menghalau ternak, dan dengan nya aku mengambil daun-daun untuk makan ternak dan banyak lagi kegunaan lainnya”
Selanjut nya dari kejadian tersebut, menurut yang saya dengar dalam sebuah Muzakarah, ada beberapa palajaran yang dapat kita petik antara lain :
Pertama, Allah bertanya, bukan ALLAH tidak tahu, tetapi ALLAH ingin agar Nabi Musa dan seluruh manusia setelahnya Mengetahui.
Kedua, tentang keyakinan manusia terhadap yang dzahir, sebagai mana Nabi Musa A.s. yang begitu yakin kepada tongkatnya.
Nabi Musa A.s. begitu yakin “tongkat” nya-lah yang memberikan bermanfaat bagi nya, sehingga ALLAH yg cuma bertanya 1 pertanyaan di jawab oleh Nabi Musa dengan lebih dari 3 jawaban.
Kemudian ALLAH memerintahkan Nabi Musa A.s. untuk membuang tongkat nya “Wahai Musa, sekarang kamu lemparkan tongkat mu”.
Dan ketika Nabi Musa A.s melemparkan tongkatnya, berubahlah tongkat itu menjadi ular, tongkat yang tadi dibanggakan oleh Nabi Musa A.s. dan diyakini bisa memberikan manfaat baginya, berubah menjadi makhluk yang justru menakutkan dan akan mendatangkan mudhorot baginya.
Satu pelajaran lagi, tongkat itu ternyata tidak bisa mendatangkan manfaat apapun tanpa izin ALLAH, hakekatnya makhluk tidak bisa memberikan manfaat tanpa izin ALLAH.
Karena fitrahnya sebagai manusia, Nabi Musa A.s. menjadi begitu ketakutan melihat tongkatnya yang telah berubah menjadi ular yang sangat besarlagi lincah. (dalam sebuah riwayat ular tersebut dikisahkan sebesar pohon kelapa bahkan mungkin lebih besar)
Kemudian ALLAH perintahkan lagi agar Nabi Musa A.s. menangkap ular itu, bahkan ALLAH perintah kan Nabi Musa A.s. menangkap ular itu, dibagian dimulutnya pula.
Walaupun dipenuhi rasa takut, namun Nabi Musa A.s berusaha untuk taat, karena yang memerintah adalah Dzat Yang Maha Jalal, Maha Hebat, Yang Menguasai Dua ALAM, Dunia dan Akherat, ular itu ditangkap oleh Nabi Musa A.s. tepat dimulutnya, maka berubahlah ular itu kembali menjadi tongkat, tanpa satu gigitan ular pun yang melukai Nabi Musa A.s.
Satu pelajaran lagi, bahwa ular (makhluk) tidak bisa mendatangkan mudhorot, tanpa izin ALLAH.
Pelajaran sesungguhnya yang ingin ALLAH berikan kepada Nabi Musa A.s. dan kepada kita manusia adalah kurang lebih sebagai berikut :
Tentang Keimanan
- Makhluk tidak bisa memberikan manfaat dan tidak bisa mendatang mudhoroth tanpa izin ALLAH.
- ALLAH tidak ingin ada kebesaran makhluk dalam hati kita, sebagaimana ada kebesaran tongkat dalam hati Nabi Musa A.s.
- ALLAH tidak ingin, kita meyakini yang Dzahir, makhluk, yang tampak mata.
- ALLAH ingin, dalam hati kita hanya ada kebesaran NYA saja.
- ALLAH ingin, kalimat Iman, Laa Ilahaa Illallaah, ada didalam hati-hati seluruh ummat manusia.
- Dan ALLAH ingin manusia meyakini yang tidak tampak mata, Yang Ghoib, meyakini yang tidak tampak itulah IMAN.
- Dan tongkat itu memang cuma Tongkat BIASA, yang LUAR Biasa itu ALLAH. Karena tongkat itu menjadi luar BIASA karena izin ALLAH Subhaanahuu Wata’ala.
15 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed


1.
mathematicse | April 8, 2007 at 6:12 pm
Setuju. Segala sesuatu terjadi atas ijin Allah SWT, Penguasa segala alam (bukan hanya dunia akhirat saja).
Salam kenal aja deh….
2.
Johans | April 23, 2007 at 8:07 pm
Topik beginian kok sepi. Giliran soal telanjang, Julia Perez, bidadari surga lah, pada nyablak. Tak sobek-sobek nanti mulutmu..!!
3. Wadehel ternya cuma manusia biasa « Korban Pembajakan | April 27, 2007 at 4:32 am
[...] kisah Nabi Musa A.s, tongkatnya cuma cuma tongkat biasa, tapi karena Nabi Musa A.s mengambil kerja yang sangat mulia, kerja DAKWAH, mengajak manusia [...]
4.
djay | Mei 19, 2007 at 7:10 am
benar, hanya gusti allah lah wajib diyakini, di junjung dan disembah oleh manusia,.
5.
abdulsomad | Mei 20, 2007 at 2:48 am
Assalamualaikum wr wb
@mathematicse
Salam kenal juga
@Johans
Sabar pak
@djay
Selain ALLAH adalah makhluk, makhluk tak bisa memberi manfaat atau modhoroth tanpa izin ALLAH
6.
Pemilihan Top-Posts Mar-Apr 2007 « M Shodiq Mustika | Mei 26, 2007 at 11:00 pm
[...] a. Tongkat Nabi Musa cuma Tongkat Biasa [...]
7.
Dimas | Mei 27, 2007 at 8:57 am
Alhamdulillah terima kasih untuk postingnya yang mencerahkan
8.
Inilah Top Indonesian Spiritual Posts (2) « M Shodiq Mustika | Juni 6, 2007 at 3:04 am
[...] Tongkat Nabi Musa cuma Tongkat Biasa [...]
9.
sikabayan | Juli 24, 2007 at 9:15 am
euh… yah sayangnyah begituh… kalau tongkatnya masih ada ajah sekarang teh… pasti ajah banyak yang nyembah… sedangkan ada yang dianggap melahirkan kura2 ajah… pada diminum airnyah… disembah2… duh… seharusnyah disuruh pada baca disinih biar pada ngerti…
10.
si lemes | Mei 31, 2008 at 1:41 pm
Toko,kantor,pasar,sawah di ibaratkan seperti tongkatnya Nabi Musa A.s.
11.
mutiara | Agustus 14, 2008 at 6:15 am
bagus juga http://www.anaksahabat.blogspot.com
12.
AMIRA | Oktober 13, 2008 at 5:01 am
JANGAN BILANG KALAU TONGKATNYA NABI MUSA BIASA!!!!!Tongkat nabi Musa adalah saksi hidup nabi Musa.
13.
Muhammad | April 3, 2009 at 3:14 pm
Salam bagi Team redaksi,
saya ingin bertanya disini apakah cerita waktu Nabi Musa berbicara dengan Zat Allah, di bukit tusina, dengan dia melemparkan tongkatnya? tolong di jelaskan sela di antara dua cerita tersebut karena kalau tidak salah, waktu dia lontarkan tongkat itu di saat bertemu dengan para penyihir Fri’aun. dan tolong disebutkan rujukan yang anda sebut ( dalam salah satu mazakkarah) karena perlu untuk umum mengetahui rujukan kata kata itu dari mana agar sampai berita itu kemereka yang tidak mengetahui sebelumnya dengan lengkap dan benar
terimakasih
wassalam
14.
khoirul azzam alfarisi | Agustus 26, 2009 at 4:13 pm
ada yg th ga, tulisan apa yg ada di tongkat nabi Musa trsbt, trmksh,..
15.
rizuan karkun | Desember 23, 2009 at 2:02 am
ALLAH MAHA KUASA,MAKHLUK LANGSUNG TAK ADA KUASA…
LAILLAHA ILLA ALLAH………….DAKWAH..IMAN YAKIN