W a d e h e l
Februari 8, 2007
….Astaghfirullaahaladzhiem ….
….saya terdampar di internet sialan ini sebetulnya sudah sejak tahun 1996, ketika masih menggunakan netscape 2.0, dialup networking window 95, modem 14.400 Kbps, sempat memakai browser wintapestri milik radnet….yang redup redup bak telepisi hitam poetih….
….tahun 2002 saya tobat tak mau berinternet, karena tempat ini seperti ternyata sama seperti WECE, disini aurat dibuka sesukanya, (bukankah manusia membuka aurat nya secara sempurna hanya ketika berada di WECE?)… artinya tempat dimana aurat dibuka sama seperti WECE… (belakangan saya semakin faham bahwa televisi dirumah saya juga menghadirkan suasana WECE)….
…. dalam sebuah Tausiyah saya mendengar bahwa tempat yang disukai setan adalah WECE, kenapa? karena disitu aurat dibuka secara sempurna dan setan ternyata paling suka melihat aurat….
….. hari hari bergaul dengan suasana WECE, thats mean bergaul juga dengan SETAN, menjadi kan watak manusia tertular sifat SETAN, KERAS KEPALA, TAKABUR SOMBONG etc…..
thats way … manusia sekarang yang setiap hari bergaul dgn suasana WECE ternyata secara otomatis tertular sifat yang sama
…. saya terdampar ke planet wordpress ini entah karena kehendak saya atau mungkin juga atas kehendak ALLAH, entah sebagai rahmat entah sebagai hukuman, saya belum bisa rasakan dampak positif maupun negatif nya… namun blakangan saya merasakan sifat SOMBONG saya mulai meningkat prosentase nya….
memenuhi hasrat seorang pelanggan setia, pengunjung warnet saya yang ingin belajar menulis blog, (beliau ini [seorang bule yang GAPTEK] konon adalah ahli economi reformasi yang mau menuliskan opininya tentang perkembangan eqonomi endonesia pasca ordebaroe)
mencari cari situs penyelia blog, dari sini saya mengenal wordpress (dengan lekak lekuk tubuh dan goyang pinggulnya yang aduhai)
…isue, gibah, hujatan dan makian yang dihembuskan penghuninya, …setiap menit mengalir bak sungai ciliwung yang sedang ditumpahi banjir kiriman dari bogor…
dan… keakraban karena mengunjunginya setiap hari, mata genit saya mencuri pandangan sebuah DOT pada sebuah notes yang selalu setia bercokol di Headline dari menit ke menit, jam ke jam, walau kadang terlempar sebentar tapi kemudian naik lagi ke posisinya.
Sebuah DOT pada sebuah notes yang mengundang klik… itu.. dipanggil temen temen nya w a d e h e l, daaann… ternyata beliau ini penghuni kelas atas WordPress
Sebuah DOT pada sebuah notes yang mengundang klik… menggerakkan telunjuk kanan saya untuk meng klik w a d e h e l.
(sayang… waktu saya cuma ada sampai jam 4:30, pak ustadz nasir udah nyamper ngajak silaturahmi ke tukang parkir sekitar ruko….. INSYA ALLAH… kalo besok masih ada umur akan saya lanjutin);
Jumat 8:00 wib
Ternyata ALLAH masih bangunkan saya, dari mati sementara semalam, ALHAMDULILLAH, terimakasih atas nikmat yang kau berikan pada hamba MU ini Ya ALLAH
Ternyata… beliau yang berinitial w e d e h e l ini begitu terkenal di dunia woordpress.
Opini, ulasan-ulasan dan comments2 beliau ditunggu semua orang, setiap beliau melemparkan opini, langsung para blogger2 menyantapnya dengan berbagai comentar, ada yang menyanjungnya, ada pula yang memakinya, tetapi ada pula yang biasa biasa saja.
Beliau ini sebetulnya punya potensi BESAR, jadi sungguh disayangkan beliau ini bergaul cuma ditingkat WordPress yang sangat “kecil” ini, sehingga potensi beliau yang BESAR ini menjadi sia sia……
(masih bersambung)
Jumat 01:45
Ba’da Sholat Jumat….
Saya ingat dalam sebuah Tausiyah, ketika seorang Maulana menguraikan panjang lebar tentang ayat berikut :
“Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang MA’RUF dan mencegah dari yang MUNGKAR dan ber-IMAN kepada ALLAH” (QS ALi IMRAN Ayat-110)
Predikat UMMAT TERBAIK ini menurut beliau (Maulana) terus berlaku sampai akhir zaman. Namun ada prasyarat khusus agar dapat menyandang predikat UMMAT TERBAIK ini.
Masih menurut beliau, untuk menjadi UMMAT TERBAIK (Khairu Ummah) berarti kita juga harus ambil suatu pekerjaan yang TERBAIK, pekerjaan BESAR, pekerjaan apakah itu…………………????
(masih belum selesai)
Pekerjaan Para NABI
Tidak ada pekerjaan BESAR yang melebihi PEKERJAAN PARA NABI, Para Ambiyaa Alaihissalaam, sesungguh nya inilah pekerjaan yang paling BESAR, pekerjaan untuk mengajak manusia agar TAAT kepada ALLAH.
124.000 Nabi oleh ALLAH AZZA WAJALLA dihantar kemuka Bumi hanya untuk Pekerjaan ini, pekerjaan meyampaikan Kalimat LAAILAAHA ILLALLAAH.
Ketika suatu kaum ingkar kepada ALLAH, maka ALLAH kirim Nabi untuk memperbaiki KEYAKINAN kaum tersebut, begitu seterusnya.
NAbi Muhammad ,Rasulullah SAW, diutus untuk Seluruh Alam, diutus untuk membetulkan hati-hati manusia agar berTAUHID kepada ALLAH.
Setelah beliau wafat, siapakah yang akan mengambil kerja ini….?????
( masih bersambung )
Karena kepiawaiannya mengolah kata, merangkai bahasa, dan…. karena beliau ini juga salah satu hamba ALLAH yang punya sifat “risau” dengan keadaan ummat pada saat ini, maka dengan izin ALLAH (INSYA ALLAH) saya mencoba menawarkan kerja ini kepada wadehel…
56 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed


1.
anung | Februari 8, 2007 at 2:32 pm
maniak WECE..begitukah terobsesinya anda pada WECE..
hehehe..jangan anggap komentar ini serius
2.
antobilang | Februari 8, 2007 at 3:33 pm
salah nung…
yang bener maniak WADEHEL yah?
hahaha…tiap hari nyatronin blognya wadehel, sering2 ke blog ku lah..*mupeng*
3.
antobilang | Februari 8, 2007 at 3:34 pm
sebegitu serobsesinya anda pada WADEHEL
hahaha..jangan anggap komentar ini bercanda
4.
anung | Februari 8, 2007 at 4:06 pm
anda gak homo kan??
hahaha…jangan anggap ini serius, tapi anggap ini dua rius
5.
abdulsomad | Februari 9, 2007 at 1:25 am
#anung
Saya benci WECE karena disitu ada setan,
Dan.. suasana WECE Sekarang ada dimana mana, di MALL, di BUSWAY, di SEKOLAH2 bahkan di Ruang Tamu kita pun kita hadirkan suasana WECE.
6.
abdulsomad | Februari 9, 2007 at 1:28 am
#antobilang
w e d e h e l juga makhluk ciptaan ALLAH, ALLAH menyayangi manusia 70 kali lebih sayang, dari pada sayang nya seorang ibu pada anaknya.
7.
Ninoy | Februari 9, 2007 at 4:36 am
sayah salut deh mas….bisa nangkep potensi wadehel yang besar itu yang sayangnya ga dipake dengan baik
kapan ‘insap’nya yah itu wadehel hehe
8.
wadehel | Februari 9, 2007 at 5:02 am
*Kesummon*
hehehe, ini maksudnya afa? fanas ini kufing ana kalau dijadikan bahan gosif terus, lain kali tolong yang dibahas cukuf tulisannya atau ide-idenya sajah.
Kalau tak suka, silahkan bantai ide nya dengan argumen cerdas dan nyambung. Tak ferlu buang waktu dan benwit untuk numfang mbadut dengan komen ga nyambung.
Kalau suka silahkan di fikirkan, diferbaiki dan diterafkan, demi Indonesia.
Semoga kita jadi berkah untuk semesta alam.
Terimakasih.
9.
Ferry | Februari 9, 2007 at 5:03 am
walah wadehel lagi… wadehel lagi he.. he..
10.
anung | Februari 9, 2007 at 8:17 am
sama..saya benci WeCe umum, apalagi WeCe yg pesing..
tapi, WeCe punya abdul mewah yah…ada sambungan internetnya
11.
chie | Februari 9, 2007 at 8:56 am
heleh…mo naekin traffic juga kah pak abdullah?heheheheh…
12.
tukangkomentar | Februari 9, 2007 at 10:53 pm
Walah, di WECE ada setan? Setannya yang nggondal-nggandul dan namanya setan nafsu ya? Hayo, rekan-rekan, jangan ke WECE lagi, berak dan kencing saja di ruang makan!
Eh, di sono ada setannya juga.
Tanya pada yang punya blog ini: kalau anda mau ke WECE jadi nggak ke WECE, ya? Tapi kan di ruang makan ada setan juga, kan? Jadi ke mana? Ke ……..?
Wadehel, jangan insaf lho! Kalau insyaf masuk surga, nanti ketemu Abdullah.
13.
abdulsomad | Februari 10, 2007 at 1:38 am
Assalamualaikum wr wb semua
#wadehel
saya lagi coba untuk buat fikir dan usaha bagaimana agar tulisan dan buah fikir antum bermanfaat di Dunia yang sementara ini dan di Akherat yang selama lamanya.
#ferry
wadehel juga makhluk ciptaan ALLAH yang juga disayang ALLAH
#anung
setiap ruang di dunia, saat ini semua bersuasana WECE, karena dimana mana aurat di buka secara sempurna.
#chie
Mari naikkan traffic menuju kebaikan dan kebenaran
#tukangkomentar
Orang Islam itu melakukan aktifitas dengan ADAB agar punya nilai Ibadah, masuk WECE gunakan ADAB agar punya nilai IBADAH.
14.
anung | Februari 10, 2007 at 1:52 am
saya gak setuju anda punya pendapat gitu..
anda punya pemikiran yg sungguh sempit dan pesimistik (dapat ditambahkan mistik mungkin).
Saya bisa salah, anda bisa salah, jadi terbukalah buat kesalahan dan mengoreksinya dengan bijak dan melalui cara yg tidak menyebabkan petikaian..
apalagi demi tujuan traffic…
15.
abdulsomad | Februari 10, 2007 at 2:02 am
#anung
Islam itu agama yang indah dan memuliakan
Dalam Islam… wanita itu status nya Mulia, seperti Mutiara.
Cara berpakaian wanita islam sudah diatur sempurna.
Tetapi kita lihat saat ini, di Jalanan, di Mall, di Sekolah, Di Kampus bisa kan anda membedakan mana Wanita Muslim dan mana Wanita Kafir?
Yang kita perlukan sekarang adalah fikir dan usaha bagaimana mengembalikan Wanita Muslim pada Fitrah nya.
16.
abdulsomad | Februari 10, 2007 at 2:05 am
#anung
Maaf beribu maaf…
Demi ALLAH, saya sudah tak tertarik sama yang namanya “traffic” atau apa pun yang bersifat keuntungan dunia.
17.
anung | Februari 10, 2007 at 2:25 am
oh, jadi yg anda maksud WECE itu cewek-manis-jelita-dengan-pakaian-membungkus-ketat?
kalo masalah ginian mah bang joe lebih paham..
lgpl saya nda naksir ama cewek begituan..
gak ada niat buat dipersunting..wekekekek
piss dhab
18.
abdulsomad | Februari 10, 2007 at 2:55 am
#anung
lanjutt…
Nyambung kan?! gimana setan gak berkeliaran bebas dimana mana. karena dimana mana WECE….
19.
abdulsomad | Februari 10, 2007 at 5:52 am
#anung
Yang jadi bahan pemikiran bersama adalah bagaimana dengan ibu kita? adek kita? kakak kita? tante kita? sodara2 kita? yang masih terbuka aurat nya….
Tutup aurat itu PERINTAH…. tapi….????
20.
tukangkomentar | Februari 10, 2007 at 6:05 am
Gak, ah, gak nyambung!
Saya sering lihat cewek pakaian minim, tapi kok nggak ada pikiran kotor dan macam-macam.
Mungkin otak saya bersih, ya? Mungkin kita perlu sering-sering “ngaca”?
Selain itu: anda ini, seperti juga banyak penganut agama anda dan juga penganut agama lain, kok suka mengkotak-kotakkan sesama manusia. Apakah karena diajari begitu? Apakah betul Allah anda maunya begitu? Jangan jawab dengan ayat-ayat atau kutipan-kutipan, tanyalah dalam diri anda sendiri tanpa praduga/pre justice. Apakah itu yang namanya (menurut anda) ibadah? Dengan mengkafir-kafirkan orang lain, dengan meWC-WC-kan sebuah sistem sosial yang plural dan berwarna-warni? Tanyalah pada diri anda sendiri: apakah anda lebih baik?
Menurut pengajaran kepercayaan saya, seseorang itu belum baik, kalau dia masih melirik-lirik ke kanan dan ke kiri untuk mencari-cari, menunjuk-nunjuk dan melaknat-laknatkan kesalahan orang/agama/masyarakat lain. Tidak cukup dengan bersembahyang/berdoa seratus kali, tapi masih punya pikiran negatif.
Dalam kepercayaan yang saya anut, saya belajar memulai dari diri saya sendiri.
Tengoklah dulu WC dalam diri kita sendiri.
Gajah di mata nggak kelihatan, lalat di bulan dipandang terus, kan?
Selamat berdoa sambil menengok ke diri sendiri.
21.
abdulsomad | Februari 10, 2007 at 6:18 am
#tukangkomentar
Agama Islam itu dibangun dengan sifat TAAT, kaum wanita kami diperintahkan untuk Tutup Aurat dengan sempurna, kaum lelaki diperintahkan utntuk tundukkan pandangan.
Kami belajar dan berusaha TAAT.
22.
tukangkomentar | Februari 10, 2007 at 7:04 am
Taat tanpa pikir? Tanpa rasa?
Taat kepada apa atau siapa? Kalau interpretasi dari hal-hal yang tertulis itu ternyata nggak betul, bagaimana? Ataukah interpretasi-interpretasi itu menurut anda pribadi memang 1000% betul? Kalau begitu ya memang betul untuk anda pribadi untuk mengikutinya.
“kaum lelaki diperintahkan utntuk tundukkan pandangan.”
Kalau gitu kan gampang: kalau anda secara nggak sengaja lihat aurat cewek yang bukan muhrim (betul nggak istilahnya?) anda, ya tundukkanlah kepala anda. Nggak usah menjelek-jelekkan yang lain. Biarlah yang lain gitu. Kalau anda terganggu ya nggak usah melihat. Ataukah anda mau mengatur orang lain?
Btw: jawaban-jawaban anda (seperti juga di blog-blog lain), kadang/sering nggak nyambung dan menghindari pertanyaan inti yang diajukan. Kenapa?
Kita semua tahu, bahwa Islam itu agama yang memuliakan, yang mengajarkan ini atau itu. Menurut saya nggak perlu diulang-ulang.
23.
abdulsomad | Februari 10, 2007 at 7:51 am
#tukangkomentar
Agama kami me-NAFI-kan fikir, agama kami mengutamakan YAKIN, kami belum melihat NERAKA dan tak ada teori SCIENCE tentang keberadaan NERAKA, tetapi kami YAKIN, KEYAKINAN kami itu disebut IMAN.
Tuhan kami ALLAH Azza Wajalla memerintahkan kami untuk mengulang-ulang, karena hidup kita berdasarkan perulangan dari Pagi Siang Malam terus Pagi lagi Siang lagi dan Malam lagi.
Aturan-aturan Agama kami juga harus dibicarakan dan diulang-ulang serta diiklankan (didakwahkan) agar menjadi Keyakinan.
Mohon maaf kalau anda tersinggung atau terganggu, musuh kami ummat Islam adalah SETAN, tempat yang disukai setan adalah WC, sementara suasana WC sekarang ada dimana mana, artinya Setan juga ada dimana-mana dan kami harus Waspada karena musuh kami sekarang ada dimana-mana, mohon anda mengerti.
24.
de King | Februari 10, 2007 at 10:58 am
Aku pernah baca kalimat (kalo gak salah sih hadits Rosul, bener gak?) seperti ini :
SHOLATLAH KAMU SEAKAN_AKAN KAMU AKAN MATI ESOK HARI DAN BEKERJALAH KAMU SEAKAN_AKAN KAMU AKAN HIDUP SELAMANYA
Kayake kok kehidupan duniawi masih penting ya???Kayaké lho….
Islam bukan agama yang ingin umatnya sengsara dan miskin…jadi jangan lupa tetap memikirkan duniawi..asal tahu porsinya.
Tapi Pak Ustadz Abul Somad hebat bener..sama sekali tidak mementingkan duniawi.
25.
de King | Februari 10, 2007 at 11:01 am
@Tukangkomentar:
Maaf Pak…sudahlah. Bapak cuma buang2 energi saja, mendingan bapak (dan mungkin juga saya) ngobrol dengan orang lain yg bicara agama tapi dgn bahasa yg lebih membumi.
@Abdulsomad:
Sebenere Bapak Tukangkomentar tdk prnh menjelekkan Islam, bahkan cenderung sangat menghargai. Itu bisa ilihat ari sekian banyak komentar, tapi jawaban Anda yg terlalu main teori dan sering menggunakan teori yg tdk nyambung dgn permasalahan malahan bisa bikin blunder lho. MAAF KALAU SAYA SALAH DAN LANCANG
26.
joesatch | Februari 10, 2007 at 12:14 pm
Mas Abdul Somad, memang yakin itu perlu, tapi tentu saja bukan keyakinan buta karena Islam juga memerintahkan kita untuk berpikir.
Saya juga mau konfirmasi tentang keheranan saya sehubungan dengan Mas Abdul. Cuma satu pertanyaan saja:
KENAPA, SIH, SETIAP MAS ABDUL BIKIN KOMENTAR DARI SETIAP POSTINGAN, JUGA MENJAWAB SETIAP PERTANYAAN, TULISAN/JAWABAN MAS ABDUL SELALU NGGAK NYAMBUNG, MELENCENG, DAN KELUAR DARI KONTEKS?! Entah yang ditanya “begini”, jawabannya bisa “begitu”. Entah suatu postingan membahas “ini”, tiba-tiba saja Mas Abdul bisa berkomentar membahas “itu”. Pokoknya Jaka Sembung main gitar, dah, Mas Abdul ini
Nah, tolong 1 buah pertanyaan saya ini dijawab, ya!
27.
tukangkomentar | Februari 10, 2007 at 12:15 pm
De King,
matiur nuwun. Anda betul!
28.
antobilang | Februari 10, 2007 at 4:46 pm
Om, sudah diundang rame2 kok belum nongol?
jadi panelis utama lho…
disini
oke, ditunggu ya om….
sudah banyak yang nunggu tuh..
29.
abdulsomad | Februari 12, 2007 at 1:26 am
#de king
Kecintaan kita pada dunia “saat ini” sudah melewati “ambang batas toleransi”,
orang cari makan masih wajar kalo dia lupa sholat, tetapi kalo cari makan sampai lupa makan?
30.
abdulsomad | Februari 12, 2007 at 1:32 am
#joesatch
Menerima ini AGAMA tak cukup dengan fikir, tetapi harus dgn YAKIN.
Sahabat ABU BAKAR R.a, ketika mendengar berita bahwa Rasulullah baru saja melakukan ISRA’ dan MI’RAJ, beliau langsung percaya, tidak membuat analisa dengan “fikiran”, padahal dimasa itu belum ada kendaraan yang bisa memobilisasi manusia dengan sangat cepat, namun beliau (ABU BAKAR) tidak bertanya tanya bagaimana mungkin Nabi Muhammad SAW bisa berangkat ke BAITAL MAQDIS lalu Naik Lagi ke Langit ke 7 cuma dalam waktu 1 malam.
31.
joesatch | Februari 12, 2007 at 1:39 am
astaga…ngelantur lagi…
lha gimana, jawaban tentang konsep aja ngawur, ya nggak heran kenapa yang lain2 juga ikut ngelantur
PERTANYAAN SAYA DIBACA NGGAK, THO?
32.
abdulsomad | Februari 12, 2007 at 1:58 am
#joesatch
he he he maab nech
Kalo itu pertanyaan nya, jawab nya : kata sebagian Ulama : Agama Islam dimulai dengan ke-ANEH-an dan akan berakhir juga dengan keanehan, dan saya memang aneh, dan saya selalu berdoa kepada ALLAH agar digolongkan pada orang orang yang ANEH ini.
Memang gak akan nyambung, karena cara fikir kita berbeda, saya tanay anda satu : apa itu MASA DEPAN menurut anda? satu pertanyaan juga buat anda
33.
joesatch | Februari 12, 2007 at 4:48 am
wah ditanya malah nanya.
bisa menangkap filosofi saya?
oke, skrg kalo anda itu aneh, apakah dakwah anda bisa diterima masyarakat? lha nyatanya orang pinter2 yang komen di blog ini aja masih bingung, apalagi masyarakat awam di luaran sana.
anda dakwah buat siapa tho?
anda dakwah tujuannya apa? membuat orang lain paham atau membuat orang lain semakin bingung?
anda dakwah tujuannya untuk konsumsi ummat atau dimakan sendiri?
dan inilah jawaban pertanyaan anda:
masa depan?
masa lalu, kemarin, besok, dan MASA DEPAN adalah HARI INI!
anda tidak akan mengatakan “masa depan” ataupun “masa lalu” kalo sedang tidak berada pada “hari ini”, kan?
Mohon tanggapan juga dari yang lain
34.
abdulsomad | Februari 12, 2007 at 5:45 am
#joesatch
ALHAMDULILLAH dengan keanehan ini saya sudah berhasil mengajak “beberapa preman” masuk mesjid;
MASA DEPAN manusia adalah Kampung yang Kekal ABADI, AKHERAT,
Manusia diciptakan bukan untuk tinggal di Dunia tetapi untuk Akherat, Dunia ini cuma tempat singgah.
35.
(de)King Fahd bin Al Fahd Sr. | Februari 13, 2007 at 6:16 pm
Menurut saya Pak Ustadz ini sering sekali menyombongkan diri. Kutipan di atas merupakan salah satu
bukticontoh.BuktiContoh yang lain silakan dicari di komentar2 Pak Ustadz yg lain, seperti…”maaf saya mau sholat Ashar dulu”, “maaf saya mau ke masjid karena ba’da mgaghrib nanti ada tausiyah…” dll.36.
(de)King Fahd bin Al Fahd Sr. | Februari 13, 2007 at 6:17 pm
maaf salah tulis…bukan mgaghrib tapi maghrib
37.
abdulsomad | Februari 14, 2007 at 3:35 am
#deking
bukan mau nyombang nak..
saya cuma mau mau sampaikan bahwa metode DAKWAH ini efektif
Dan soal kesibukan sholat etc, itu sekedar ILLUSTRASI, bahwa kesibukan orang Islam itu Ibadah, toh kamu juga ga liat saya sholat apa enggak, saya ke mesjid apa enggak
38.
deKing | Februari 14, 2007 at 10:57 am
Ibadah gak usah dipamerkan…hati2 bisa-bisa jadi RIYA lho
Anda tentu sudah sangat paham tentang penyakit hati…
39.
abdulsomad | Februari 14, 2007 at 11:14 am
#de king
INSYA ALLAH enggak, kita saling mendoakan saja
40.
redwar | Februari 14, 2007 at 2:59 pm
Ini postingannya apa, commentnya apa…
postingannya ngomongin orang…. eh malah bahas yg nulis postingan…. bener kata joe, jaka sembung maen biola…
eh ni komen nyambung gak ya????
41.
kenzt | Februari 14, 2007 at 4:20 pm
wadehel wanna be yah???
sebenernya anda tuh nggak suka dengan wadehel ato kepengen masuk papan atas seperti dia sih (denger-denger sirik itu tanda IMPOTEN, ato jangan-jangan anda sendiri memang sudah …), sampai-sampai di setiap postingan harus terus menerus mengungkap dengan jelas nama wadehel, entah ditulis Wadehel ataupun ditulis W-a-d-e-h-el…. Kalo nggak salah itu tuh keyword semua… Stuffing nih ye….
Bisa-bisa saya laporin anda ke si Matt lho, melihat tulisan anda yang cenderung meresahkan blogger lain (termasuk saya)
*Sayang kenapa yang harus kena suspend kok bukan blog ini aja, tapi justru malah blognya si Luthfi*
42.
kenzt | Februari 14, 2007 at 4:27 pm
di blog ini kita bisa bicara seenaknya yah? nggak perlu kuatir, sebab ada Abdullah yang akan meluruskannya….
43.
abdulsomad | Februari 15, 2007 at 6:13 am
#kenzt
Silahkan, tetapi yang paling baik itu saling meluruskan… oke?
44.
abdulsomad | Februari 15, 2007 at 6:21 am
#kenzt
Wadehel punya fikir yang bagus, dia punya kerisauan akan keadaan UMMAT saat ini seperti tulisannya ini karena “fikir manusia” besi yang sifatnya tenggelam didalam air bisa jadi terapung, bahkan besi bisa jadi terbang karena fikir manusia, tetapi “fikir manusia” yang paling tinggi derajatnya Adalah Manusia yang Memikir kan orang lain; dan Wadehel memikir kan keselamatan orang lain;
45.
Heri Setiawan | Februari 15, 2007 at 6:47 am
to all aja deh…
yah… Nasehat-menasehatilah dalam kebaikan…
46.
abdulsomad | Februari 15, 2007 at 7:34 am
THX Mas Heri
Semoga HIDAYAH tercurah buat kita semua. AMIEN.
47.
Dimashusna | Februari 19, 2007 at 4:09 am
Abdulsomad?
Setahu saya yg benar itu Abdushshomad.
Why Abdushshomad?
karena setelah kata Abdul ada kata Ashshomad yang nota bene huruf shod termasuk huruf yg dlm ilmu tajwid huruf yang terhukumi sebagai alif lam syamsiah, bukan alif lam qomariyah.
Mungkin anda punya punya pendapat lain yang saya blm ketahui?
Terima kasih.
48.
Blog, sebuah front pertempuran baru.. « bootdir’s folder | Maret 14, 2007 at 4:05 am
[...] pernah saya rasakan manfaatnya. Membuat blog dengan posting-posting ‘aneh’ atau berseteru dengan ’seleb blog’ pun bisa dilakukan untuk mendongkrak pengunjung. Atau Anda rajin berkomentar seperti si tukang [...]
49.
pak sabar | Maret 21, 2007 at 12:24 pm
@Dimashusna
mas/mba, mungkin tu nama dah dikasih ma ortunya dari lahir& dah terlanjur dipake diKTP, ijasah dll. jadi ga bisa di demikian poendapat saya terima kasih
50.
Rizma Adlia | April 1, 2007 at 12:16 pm
aduh bingun,, dimana mana begini mulu,,
Ma ga setuju!!! kita emang perlu yakin dan beriman sama Allah dan kata kata Rasul, juga tentang fiqhnya,, tapi bukan artinya ga pake mikir,,, salah satu yang harus dipikir itu cara nafsir al Qur’an, cara nentuin shahih apa ga-nya hadist (ga semuanya bener kan,,),, kalo ga pake mikir, gimana dong,,??
inget ga ayat yang pertama turun,, “bacalah dengan nama tuhanmu,,,” baca,, belajar,, berpikir itu satu paket,, so,,, gitu deh,,
Makasih,,
51.
Death Berry | April 2, 2007 at 7:51 am
Nah…Ini dia artikel yang menggunakan logika.
52. Menjadi tukang nge-Blog Yang Baik (ramah dan tidak sombong) « Korban Pembajakan | April 27, 2007 at 3:47 am
[...] saya menjadi nampak semakin bodoh, baik dalam tulisan mau pun dalam penampilan (mungkin..!?), awal awal nge-blog , saya sempat tebar oot kesana kemari, berlanjut ke tebar trekbek yang juga oot he he he, ndak [...]
53.
syukri | Mei 20, 2007 at 10:17 am
ass……………………………………………
ana mamang nggak suka wc yang banyak syaitannya
wassalam
balas
54.
Rizma Adlia | Mei 20, 2007 at 12:32 pm
kaya sms,, pake kata kata ‘balas’
numpang ngiseng wak,,
55.
B Ali | Agustus 24, 2007 at 6:05 pm
Pertanyaan: Apakah Islam agama teroris?
Jawaban: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.
Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.
Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10, 25 atau bahkan 1000? Dalam hal ini, wanita tidak lagi dianggap sebagai manusia, tapi sebagai benda terhitung dalam satuan, bijian, 2, 3, 4 atau berapa saja. Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak (wahyu Tuhan), maka umat muslim hanya menurutinya saja tanpa menggunakan nalar.
Sedangkan, tidak ada saksi dan bukti untuk memverifikasi dan memfalsifikasi apakah isi Al-Qur’an betul-betul wahyu dari Tuhan atau bukan? Yang dapat dikaji secara obyektif adalah isi atau ajaran yang dikandung Al-Qur’an itu apakah ia sesuai dengan dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, seperti cinta kasih, kesetiaan, ketabahan, rajin bekerja, kejujuran, kebaikan hati atau mengajarkan kebencian dan kekerasan?
Saat ini, banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Disamping itu, pemuka muslim atau siapa saja yang coba-coba memberi tafsiran yang lebih manusiawi tentang Al-Qur’an pasti mendapatkan ancaman terhadap keselamatan fisiknya.
Pertanyaan atas soal ini, betulkah Tuhan menurunkan wahyu kebencian terhadap sekelompok orang yang memujanya dengan cara berbeda-beda, yang mungkin sama baiknya atau bahkan lebih baik secara spiritual? Bukankah akhirnya ajaran-ajaran kebencian ini menjadi sumber kekerasan sepanjang massa?
56.
hatinurani21 | September 2, 2007 at 10:48 am
Dogma-dogma yang ada di Al-Qur’an sudah tidak berlaku lagi. Kita, orang Nusantara, tidak bisa menuruti perlakuan-perlakuan orang Arab waktu jaman Jahiliyah. Apalagi menuruti perlakuan-perlakuan yang sekarang tidak manusiawi dengan kedok Islam.
Contoh dogma-dogma yang keliru di Al-Qur’an:
Soal poligami:
Umat muslim bilang wanita lebih banyak dari pada laki-laki. Hal ini sangat keliru. Di Cina, dengan politik anak tunggal, orang Cina memilih anak laki-laki, hamilan anak perempuan biasanya digugurkan. Akibatnya, saat ini cowok lebih banyak daripada cewek. Jadi Al-Qur’an tidak berlaku di Cina. Jadi “wahyu” Tuhan yang di Al-Qur’an itu hanya berlaku di Arab saja. Dinisi kebenaran wahyu bisa dipertanyakan.
Soal halal-haram makanan:
Umat muslim mengharamkan daging babi. Hal ini sangat keliru. Baru-baru ini telah ditemukan bahwa jantung dan paru-paru babi lebih mendekati jantung dan paru-paru manusia. Jantung atau paru-paru manusia yang sakit bisa diganti/dicangkok dengan jantung atau paru-paru babi. Ini adalah solusi yang ideal karena kelangkaan donor. Berarti Al-Qur’an tidak berlaku lagi disini. Terus bagaimana dengan “wahyu” Tuhan. Disini kebenaran wahyu lagi bisa dipertanyakan.
Soal ke-najis-an binatang anjing:
Anjing adalah najis buat umat muslim. Hal ini sangat keliru karena anjing saat ini sangat membantu manusia, seperti: pelacakan narkoba dipakai oleh polisi duana, membantu menyelamatkan orang-orang yang masih hidup yang tertimbun oleh runtuhan bangunan akibat gempa bumi, menyelamatkan pendaki gunung yang ditimbun oleh longsoran salju, teman hidup dan pengantar orang buta, membantu peternak domba untuk mengembala ratusan domba di gunung-gunung, membantu menemukan pelaku kejahatan kriminal, menyelamatkan pemilik anjing yang sendirian yang korban kecelakan di rumahnya sendiri (anjing terus-terusan menggonggong sehingga tetangga datang untuk menyelamatkan pemilik anjing tersebut), dan banyak lagi. Disini, Al-Qur’an sama sekali tidak berlaku. Terus bagaimana dengan “wahyu” Tuhan yang ada di Al-Qur’an. Disini kebenaran wahyu lagi bisa dipertanyakan.
Dan banyak lagi dogma-dogma lainnya yang keliru yang kita dapatkan di Al-Qur’an.
Sebagai kesimpulan, kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
- Melihat dogma-dogma yang ada di Al-Qur’an sudah tidak berlaku lagi, apakah Islam agama universal?
- Haruskan kita, orang Nusantara, meniru perlakuan-perlakuan orang Arab waktu jaman Jahiliyah?
- Haruskah kita, orang Nusantara, menuruti perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi sekarang dengan kedok Islam?