Tempat yang paling disukai ALLAH

Februari 6, 2007 at 8:29 am 67 komentar

Tempat yang paling disukai oleh ALLAH di muka bumi ini adalah Mesjid,

Tempat yang paling dibenci ALLAH adalah pasar.

Tempat yang paling disukai setan adalah WC.

About these ads

Entry filed under: Agama, Iman, Islam, mesjid. Tags: .

hamba “Blog” kepunyaan ALLAH

67 Komentar Add your own

  • 1. antobilang  |  Februari 6, 2007 pukul 2:42 pm

    ada loh..yang bilang, mengumpamakan ngeblog itu seperti ke WC, tapi kok sering amat ya anda ke rumah setan?
    temen lama ya?

    Balas
  • 2. Abdullah  |  Februari 6, 2007 pukul 2:58 pm

    #antobilang
    gak terlalu sering, seperlunya. sekarang lebih banyak waktu saya buat mesjid.

    Balas
  • 3. Mbah Keman  |  Februari 6, 2007 pukul 9:25 pm

    Masjid sekarang tempat, berlindung setanjuga loh,,, banyak mesjid kosong, penghuninya pada ke Mall

    Balas
  • 4. raja iblis  |  Februari 7, 2007 pukul 4:57 am

    ada yg pernah survei gak ya ?
    bersih mana antara WC yg ada di mesjid sama yg ada di mall ?

    wakkakakakaaa …

    Balas
  • 5. antobilang  |  Februari 7, 2007 pukul 6:45 am

    saya punya liputannya masjid yang di mall….

    Balas
  • 6. petroek  |  Februari 7, 2007 pukul 8:45 am

    bagaimana klo ada pedagang yg sholat dipasar?
    apa itu juga di benci oleh ALLAH juga?

    Balas
  • 7. abdullah  |  Februari 7, 2007 pukul 9:10 am

    #petruk
    kalo orang Islam Sholat nya ya .. di MESJID, ngikutin contoh Rasulullah, ga tau yang sholat di pasar itu agama nya apa? saya belum pernah baca hadits tentang Rasulullah sholat di pasar. (ini khusus sholat Fardhu lho mas)

    Balas
  • 8. xwoman  |  Februari 7, 2007 pukul 2:12 pm

    cara amar ma’ruf nahi munkar bapak ku kayane sama dengan cara Pa Abdul suwer, tapi qta ga pernah bersilang pendapat, apalagi urusan pungli, tiap hari aku liat beliau mpet juga baca koran yang isinya berita tentang pungli alias koruptor.

    oh ya bener pa salah kalo wanita itu justu sebaiknya solat di rumah bukan di MESJID karena kuatir menggundang fitnah itu juga kata karkun loh?????

    Allah itu maha besar, Akbar masa cuma di kenal liwat 3 hal…….padahal di Qur-an banyak ayat yang menerangkan kejadian/ ciptaannya agar manusia berfikir kemudian mengenal sang Pencipta

    satu lagi… catet aku ga suka pergi ke mall, ngabisisn duit

    Balas
  • 9. nena  |  Februari 7, 2007 pukul 3:31 pm

    kasian juga ya para pedagang yang punya niat baik mo menunaikan kewajiban kepada Allah, disela2 masa istirahat jual dagangannya. Soale kan solat kayak gini (menurut pak Abdul) ga sah loh! ckkk..ckkk..ckkkk…. wah wah wah …. ternyata pak Abdul eh maap..Tuhan tidak pro sama para pedagang juga ya?

    Balas
  • 10. Abdullah  |  Februari 8, 2007 pukul 7:11 am

    #nena
    Mestinya deket pasar itu dibangun Mesjid, dan pedagangnya ketika ADZAN dikumandangkan mestinya tinggalkan perdagangannya untuk tunaikan sholat Berjamaah

    Sahabat Rasulullah Sayyidina ABU BAKAR, juga pedagang, tapi ketik aAdzan dikumandangkan toko nya beliau tinggalkan, untuk laksanakan Sholat berjamaah di mesjid.

    Tapi pedagang sekarang gimana?

    Balas
  • 11. Abdullah  |  Februari 8, 2007 pukul 7:18 am

    #xwoman
    Kerusakan di dunia ini sudah merata, baik itu pungli, korupsi, pemimpjn yang dzalim “swear ” DEMIA ALLAH saya juga sangat membenci nya,

    Tetapi saya belajar untuk tidak membenci pelakunya, musuh kita yang sesungguhnya adalah SETAN, manusia pelaku korupsi itu sesungguhnya sedang diperbudak setan.

    Maka yang kita harus perangi adalah setan, salah satu caranya adalah seperti yang dilakukan bapak nya xwoman.

    Pelaku korupsi itu kan manusia juga, manusia selama dia masih bernyawa dia berhak untuk tobat, memperbaiki kesalahannya, kalo kita membenci mereka gimana donk menyadarkan mereka, ALLAH saja tak sekejam kita. bukti nya mereka (koruptor) tidak di azab (belum) oleh ALLAH.

    Yang harus dibenci itu perilaku korupsinya bukan pelakunya.

    Balas
  • 12. anung  |  Februari 8, 2007 pukul 2:44 pm

    setuju sih setuju aja klo mesjib itu tempat yg disukai Allah..
    tapi klo anda lagi tadabur alam mendaki bromo..kan gak ada mesjid? jadi gak sholat dong, nanti malah menimbulkan fitnah. dikira menyembah penghuninya bromo…hehehehe

    Balas
  • 13. radjawali-tempoer  |  Februari 8, 2007 pukul 5:46 pm

    Mestinya deket pasar itu dibangun Mesjid, dan pedagangnya ketika ADZAN dikumandangkan mestinya tinggalkan perdagangannya untuk tunaikan sholat Berjamaah

    MESTINYA???????????
    Kalo nggak “mesti” gimana? Kalo ternyata realitanya nggak ada mesjid deket pasar gimana? Apa tetep nggak sholat??????? Allah itu nggak kampungan, Bung! Dia pasti memaklumi keterbatasan hambanya.
    Di dunia ini banyak sekali hal-hal yang berjalan tidak semestinya!!!
    1 analogi lagi, kalo Anda kebetulan pedagang dan berdomisili di Bali, berdagang di pasar. Lalu ketika sehabis adzan anda bakal sholat tidak? Perlu anda tau, Islam adalah minoritas di Bali, dan mencari mesjid di sebuah public area terkadang gampang2 susah. Pilih sholat di pasar atau tidak sama sekali??? (Saya mengabaikan jawaban “pilih sholat di mesjid”. jawaban yang saya harapkan dari pertanyaannya bukan itu!)

    Balas
  • 14. de King  |  Februari 8, 2007 pukul 6:37 pm

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Saya benar2 seorang manusia biasa yang serba bodoh dan tidak tahu jadi maaf saya hanya numpang nanya sama Pak Ustadz…(kalau diperkenankan)….
    1. Sebenarnya LEBIH PENTING mana antara TEMPAT atau AKTIVITAS yang dikerjakan di tempat itu? (Mohon dingat kalau saya tanya mana yang “lebih penting” jadi saya harapkan hanya pilihan di antara 2 pilihan itu yang diambil)Mana yang lebih bagus antara TEMPAT (yang bagus dan disenangi tapi aktivitas di dalamnya adalah “kosong dan hampa” )atau AKTIVITAS (yang baik walaupun dilakukan di tempat yang tidak baik dan tidak disenangi)?Apakah PERNAH DIKAJI kenapa Alloh MEMBENCI PASAR??? Mungkin (ini mungkin lho) Alloh membenci pasar karena aktivitas yg dilakukan di dalam pasar tidak tepat…Seandainya (ini seandainya lho) pasar sebagai suatu TEMPAT benar2 dipergunakan untuk AKTIVITAS yang bermanfaat apakah Alloh juga masih membenci pasar?

    2. (Intinya sependapat sama nena dan Radjawali dan juga Anung)…
    Lebih baik mana antara sholat di tempat yang disenangi Alloh (alias MASJID) walaupun terlambat (atau bahkan sampai nekad dijamak) dan sholat di tempat yang dibenci Alloh (PASAR) tapi tepat waktu?
    Anda memang telah menjawab:

    Mestinya deket pasar itu dibangun Mesjid, dan pedagangnya ketika ADZAN dikumandangkan mestinya tinggalkan perdagangannya untuk tunaikan sholat Berjamaah

    Maaf..jangan terlalu main teori (dan terlalu idealis) Pak Ustadz…”mestinya…mestinya” (itu teoritis banget dech). Sekarang lihat fakta….membangun Masjid di pasar itu kan sangat berdasarkan KEMAMPUAN dan KEMAUAN dari suatu pihak (mungkin pemerintah, asosiasi pedagang atau siapalah terserah). Mau demo (atau bahkan kekerasan) supaya dibangun masjid??? Apakah kita (dan mungkin para pedagang) harus menunda sholatnya (hanya) demi bisa sholat di tempat yang disenangi Alloh?

    Kenapa kita tidak lebih berpikir bagaimana MEMAKSIMALKAN AKTIVITAS kita (di manapun kita berada) menjadi lebih BERMANFAAT? Ngapain juga begitu “MENDEWAKAN” TEMPAT kalau AKTIVITAS yang dilakukan itu KOSONG HAMPA …

    Maaf…saya hanya bertanya lho…
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Balas
  • 15. abdulsomad  |  Februari 9, 2007 pukul 12:41 am

    #anung
    Agama ini mencontoh Nabi Muhammad SAW, Rasulullah.
    Ketika waktu sholat tiba, cari tempat yang cukup sarat untuk sholat, kumandangkan adzan, dan sholat lah di tempat adzan di kumandangkan, Rasulullah melakukan hal yang demikian ketika beliau bepergian.

    Balas
  • 16. abdulsomad  |  Februari 9, 2007 pukul 12:46 am

    #radjawali-tempoer

    Sholat lah di tempat adzan di kumandangkan.
    Mestinya???

    Seharus nya bukan mestinya, tapi WAJIB nya,

    Kalau kita mengaku UMMAT Islam, semua atribut yang berhubungan dengan Agama HARUS kita persiapkan, karena Agama ini wajib, sesuatu yang wajib apa bila dilanggar konsekwensi nya DOSA.

    Rasulullah ketika Hijrah ke Madinah yang pertama beliau bangun adalah Mesjid, beliau tidak bangun BALAI Pertemuan atau bangunan lain, bahkan beliau tidak mementingkan untuk membangun rumah untuk tempat tinggal beliau sendiri.

    Balas
  • 17. abdulsomad  |  Februari 9, 2007 pukul 12:53 am

    #deking
    Yang lebih penting adalah tempat, bukan menurut saya, tapi menurut Al-QURAN :

    “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”
    (Al-Qur’an, Surat At Taubah, Ayat 18)

    Balas
  • 18. halludba72623  |  Februari 9, 2007 pukul 4:31 pm

    pak Abdullah, rasanya apa yang anda posting belum ada referensinya, boleh anda sebutkan?

    permisi… :) maaf kalo lupa.

    Balas
  • 19. de King  |  Februari 9, 2007 pukul 4:48 pm

    Kalau yang lebih penting adalah tempat berarti MASJID sebagai suatu tempat (dan sekaligus benda) masih lebih penting dari SHOLAT itu sendiri (sebagai suatu AKTIVITAS)??? Gimana nih??
    Kalau gitu cukup duduk di Masjid masih lebih penting dari sholat di pasar?

    Balas
  • 20. de King  |  Februari 9, 2007 pukul 4:58 pm

    Maaf nambah
    Kalau menurut saya (maaf sangat mungkin kalau saya salah) kata “MEMAKMURKAN” pada kutipan ayat yang Bapak ambil kok lebih mengesankan pada suatu AKTIVITAS…
    Lagian

    …., serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah,…

    Menurut saya dari kutipan di atas kok kayaknya benar2 mementingkan AKTIVITAS, yaitu sholat…saya tidak menemukan adanya suatu anjuran ataupun perintah ataupun pesan tentang sholat (harus) sebaiknya di masjid
    Yang saya lihat (lihat lho..bukan pahami krn saya bnr2 awam) ayat di atas menjelaskan definisi orang yang memakmurkan masjid, yaitu orang yang sholat (tnp embel2 di masjid), zakat, tdk syirik…
    memang ada kata2 memakmurkan masjid sih tapi yang jadi penekanan bukanlah kata masjid tapi sholat, zakat dan syirik (sebagai suatu bentuk aktivitas). Tapi sangat mungkin saya salah.
    BTW tentang pertanyaan saya “pernahkan dicoba untuk dikaji kenapa Alloh tdk senang dengan pasar ?”…saya merasa pertanyaan itu blum dijawab

    Balas
  • 21. anung  |  Februari 10, 2007 pukul 1:32 am

    berarti ketika sedang di mall, dan waktu sholat tiba, boleh dong sholat musholanya..klo gak boleh (katanya yg penting tempatnya), berarti bisa dong sholat di loby- nya mall.
    tetapi saya mnangkap apa yg ada di dalam

    “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”
    (Al-Qur’an, Surat At Taubah, Ayat 18)
    “memakmurkan” bukan berarti haruz sholat dimasjid kan, yg saya (tangkap) )maksud “memakmurkan” masjid itu mendirikan sholat.
    saya bisa saja memakmurkan masjid dengan memberikan uang sumbangan 1 milyar (misalnya mau buat gerbang semegah UGM) buat masjid kampung saya. gak harus pake sholat, yg penting masjidnya makmur tho..megah lagi

    Balas
  • 23. abdulsomad  |  Februari 10, 2007 pukul 6:05 am

    #de king
    Aktifitas Ibadah sholat (Fardhu) itu identik dengan Mesjid;
    Ketika Rasulullah Hijrah ke Madinah yang pertama beliau bangun adalah Mesjid (beliau tak bangun Balai Desa, Pasar atau Rumah Pribadi), itu sebagai petunjuk bahwa Agama Islam dimulai dari Mesjid.

    Balas
  • 24. abdulsomad  |  Februari 10, 2007 pukul 6:09 am

    #anung
    berarti ketika sedang di mall, dan waktu sholat tiba, boleh dong sholat musholanya..klo gak boleh (katanya yg penting tempatnya), berarti bisa dong sholat di loby- nya mall.

    dimana pun boleh, kalau memang tidak ada Mesjid sama sekali tetapi wajib mengumandangkan Adzan.

    Balas
  • 25. abdulsomad  |  Februari 10, 2007 pukul 6:15 am

    #anung
    Mesjid Nabawi itu tahun ke-9 Hijriah baru ada penerangan dan atap yang hampir sempurna, kenapa?

    Menurut Riwayat, Rasulullah dan sahabat Sibuk Ber Dakwah, tak sempat memikirkan “bangunan mesjid” mereka sibuk meyebarkan Agama sehingga Islam tersebar dengan cepat, tetapi sekarang kita sibuk mempermegah mesjid tetapi isinya Koshong.

    Menurut sebagian ulama itu artinya, bangunan Mesjid tidak menjadi prioritas, tetapi yang utama adalah AMALAN MESJID.
    Di Mesjid Nabawi dulu, di zaman Rasululllah, hidup 4 Amalan DAKWAH ILLALLAH, TAKLIM WA TAKLUM, DZIKIR IBADAH, dab KHIDMAT.

    Balas
  • 26. de King  |  Februari 10, 2007 pukul 10:48 am

    Memang agama Islam dimulai dari Masjid karena setahu saya fungsi masjid waktu itu lumayan luas, termasuk atur strategi perang.
    Tapi kenapa amalan pertama yang dihisab adalah SHOLAT (sebagai suatu AKTIVITAS)…yang dihisab itu (hanya) sholat lho, tdk ada embel2 sholat di Masjid.
    Maaf, boleh saya diberitahu kutipan ayat yang MEWAJIBKAN adzan sebelum kita sholat?
    Kalau saya sholat munfarid di kamar saya, apakah saya juga WAJIB mengumandangkan adzan?Atau cukup iqomat?
    Setahu saya makna adzan adalah tanda sudah masuk waktu sholat sekaligus panggilan untuk menunaikan sholat wajib (maaf sangat mungkin kalau saya salah memaknai adzan karena saya tahu itu juga dari baca buku dan dari pengajian). Sedangkan iqomat maknanya adalah tanda akan segera dimulainya sholat wajib. Sekarang begini, misalkan ketika akan sholat sudah jelas tahu kalau itu sudah masuk waktu sholat (misal karena lihat jadwal sholat) dan juga kita hanya tinggal sendiri di rumah, apakah kita tetap WAJIB adzan?Kalau berdasarkan makna adzan yang saya tulis sebelumnya, lha wong sudah jelas masuk waktu sholat kok masih adzan?Lha wong hny kita sendirian, siapa yang akan dipanggil karena kita yg mau mngerjakan sholat sendirian tsb berarti sdh otomatis dia terpanggil utk melakukan sholat? Apakah bukan iqomat yang dikumandangkan sebelum sholat (walaupun munfarid)?

    Balas
  • 27. de King  |  Februari 10, 2007 pukul 10:53 am

    Menurut Riwayat, Rasulullah dan sahabat Sibuk Ber Dakwah, tak sempat memikirkan “bangunan mesjid” mereka sibuk meyebarkan Agama sehingga Islam tersebar dengan cepat, tetapi sekarang kita sibuk mempermegah mesjid tetapi isinya Koshong.

    Dari kutipan di atas sangat jelas kalau Nabi dan Sahabat pun lebih mementingkan AKTIVITAS aripada TEMPAT, buktinya mereka sampai melalaikan bangunan masjid karena sibuk berdakwah.
    Sebenarnya Anda milih yang mana to? Lebih penting TEMPAT atau AKTIVITAS?Kok kayak plinplan, kutipan ayat yang Anda dipakai malahan berseberangan dgn pendapat Anda sendiri, alias raa kontradiktif.

    Balas
  • 28. joesatch  |  Februari 10, 2007 pukul 12:39 pm

    Saya juga pernah 19 tahun hidup di Bali, dan memang untuk membangun Mesjid di tengah pasar Badung, pasar Kumbasari, pasar Kreneng, pasar Satria, atau pasar Sukawati bukanlah perkara gampang.
    Mempersiapkan atribut keagamaan seperti yang Mas Abdul sarankan tidaklah gampang…kalau di Bali.

    Lihat2 dulu posisi dan situasi kita! Penguasa Bali kan mayoritas non-muslim. Nggak semudah itu melakukan gembar-gembor seperti yang Mas Abdul bilang!

    Kalau sudah begitu, apa harus memaksakan untuk shalat di mesjid?

    Kayaknya Mas Abdul perlu tinggal di Bali dulu, deh, supaya ngerti REALITA hidup itu seperti apa!

    Satu analogi lagi: Di negara2 Eropa atau Amerika belum tentu di tiap-tiap kota ada sebuah mesjid. Nah, kalo kebetulan mesjid terdekat terletak di kota tetangga, haruskah kita memaksakan diri jadi musafir hanya supaya bisa sholat di mesjid? Bagaimana dengan kemungkinan ketika kita sedang menuju kota itu ternyata waktu sholatnya malah sudah habis?

    Mas Abdul, ANDA PERLU BELAJAR TINGGAL DI TEMPAT DIMANA MUSLIM ADALAH UMAT MINORITAS Anda perlu belajar realita umat dan aplikasinya, BUKAN CUMA TEORINYA!,

    Balas
  • 29. abdulsomad  |  Februari 12, 2007 pukul 1:48 am

    assalaamualaikum wr wb .. semua
    #deking
    …..Menurut Riwayat, Rasulullah dan sahabat Sibuk Ber Dakwah, tak sempat memikirkan “bangunan mesjid” …..
    Rasulullah mementingkan TEMPAT, baru aktifitas.
    Ketika beliau Hijrah ke Madinah yang pertama beliau bangun adalah mesjid, Bangunan Mesjid nya telah terbentuk tetapi menyempurnakan Bentuk nya baru pada Thn. ke 9 Hijriah.
    #joesatch
    Cari TEMPATyang memadai untuk sholat berjemaah kalau sudah tidak menemukan mesjid, lalu kumandangkan ADZAN, lalu sholat di tempat Adzan dikumandangkan.

    Balas
  • 30. massunu  |  Februari 12, 2007 pukul 4:16 am

    @all

    1. Bukti memakmurkan masjid, adalah hatinya selalu “tergantung” di masjid. Maksudnya, senantiasa bersemangat untuk meramaikan (bukan cuman nyumbang aja lo) masjid terdekat tempat dia tinggal. Jangan sampe masjidnya gedhe, penghuninya malah suka Zakat Mall (zakat ke mall , ke toko, bukan Zakat Mal atau zakat harta). Lha selama ini, kita udah ngapain aja sama kampung kita ? Sama masjid di dekat kita tinggal ? Jangan2 kita yang ada di sini sama sekali kagak pernah mikirin tetangga2 kita yang pada gak bisa sekolah, pada kesulitan beli seragam, kesulitan ekonomi ? Yuks, sama2 instropeksi ….

    2. Kalo belom bisa dan belom ada masjid, maka berjuang dan berdo’a kepad Allah (jangan kepada yang lain) untuk diberi kekuatan dalam berda’wah dan membangun sarana ibadah yang dituntunkan Rasulullah (bukan Karl Marx, apalagi George Bush). Peduli kepada ummat kita jadi prioritas, sebelum meduliin ummat yang lain. “Intansurullaha yanshurkum, wayutsabit aqdaamakum..”(Q.S. Muhammad : 7), Artinya, cari dong di Qur’an ! Jangan males ah … (wekekeke). Sudah banyak orang yang hidup di tengah tekanan orang2 yang bukan muslim, tapi dia tetap istiqomah. banyak, dan banyak. Kita mesti banyak belajar dari mereka ….

    3. Humm, masalah pasar dan masjid, mungkin ada korelasinya dengan larangan Rasulullah untuk tidak berjual beli di dalam masjid (hayo, dah pada baca belom nih, haditsnya), meskipun banyak realitas yang tidak sesuai dengan hal ini saat ini. Tapi bisa di coba koq …

    4. Masalah adzan, masih khilafiyah mas. Tapi hadits2 yang menyebutkan Rasulullah mengumandangkan adzan, sahabat rasul mengumandangkan adzan, sudah banyak juga. Yaa, tinggal kitanya aja, berbuat harus ada dasarnya. Masing2 punya dasar, so tanyakan aja ke diri kita masing2, apa kita sudah mempunyai dasar (ada dalilnya gitu, jangan katro2 banget ah) dalam ibadah2 kita….

    5. Khusus buat mas Abdul Somad, kayaknya kalo mau mengkaji suatu hal, perlu diperlengkap haditsnya, kondisi dan situasi, serta asbabul wurudnya (bahasa indo-nya : sebab2 turunnya , atau munculnya hadits itu. Dasar ndeso, hehehe) itu hadits. Biar temen2 pada gak salah paham, mas. Kasian mereka loh, capek2 nulis komen di sini, eh taunya yang dimaksud sama mas Abdul malah laen. Tapi lumayan koq, nambah hits blog ini. Ya khan ? Heheheh ….

    Semoga komentar saya tidak tersensor …

    Balas
  • 31. abdulsomad  |  Februari 12, 2007 pukul 4:38 am

    #massunu
    Trimakasih pencerahannya

    Balas
  • 32. joesatch  |  Februari 12, 2007 pukul 4:51 am

    Mas Abdul,
    akhirnya komentar dan kesimpulan saya cuma: Anda benar2 perlu mencoba hidup di Bali. Nggak usah lama2 sampai 19 tahun, cukup seminggu saja :)

    Balas
  • 33. anung  |  Februari 12, 2007 pukul 5:34 am

    tuh apa kata massunu..mau hadist bukhari gak? saya punya e-booknya gak sampe 10 mega..
    http://www.islambase.co.uk

    Balas
  • 34. abdulsomad  |  Februari 12, 2007 pukul 9:45 am

    #joesatch
    Insya ALLAh saya niat ke BALI, doakan secepatnya.. saya berangkat.

    Balas
  • 35. abdulsomad  |  Februari 12, 2007 pukul 9:46 am

    #anung
    boleh saya mau tuch, kirim ke mail cbn saya aja gimana?

    Balas
  • 36. anung  |  Februari 12, 2007 pukul 10:42 am

    busyet..males bro..uplod lama.
    downlod sendiri ajah di situsnya..
    bahasa enggres kok ;p

    Balas
  • 37. joesatch  |  Februari 13, 2007 pukul 1:32 am

    jangan lupa nongkrong di pasarnya kalo di bali. lihat realita ummat di sana :D

    Balas
  • 38. abdulsomad  |  Februari 13, 2007 pukul 3:52 am

    #joesatch
    Kerusakan bukan cuma di BALI, kalo “antum” lihat dengan “bashirah”, di dalam rumah kita pun keadaan sudah rusak joe…
    Kita sudah menghadirkan maksiat ke dalam rumah

    Balas
  • 39. (de)King Fahd bin Al Fahd Sr.  |  Februari 13, 2007 pukul 6:19 pm

    HOI PAKDHE…PERTANYAANKU BELUM DIJAWAB!!!!!!!!!!
    Yang tentang ADZAN dan IQOMAT tuch….
    Tapi gak papa karena massunu sudah menjawabnya, sebenarnya saya penasaran dengan jawaban Anda pribadi…jangan2 jawabannya ngelantur dan OOT seperti jawaban2 atas pertanyaan yang lain…

    Balas
  • 40. abdulsomad  |  Februari 14, 2007 pukul 3:46 am

    Mungkin bisa baca Referensi yang lebih jelas Disinil

    Balas
  • 41. abdulsomad  |  Februari 14, 2007 pukul 3:49 am

    Adzan itu memanggil, walaupun REAL nya kita mau sholat sendirian, tetapi timbulkan prasangka baik, bahwa dengan adzan yang kita lakukan, ALLAH akan kirimkan hamba-hamba NYA yang Sholeh untuk menemani kita sholat berjemaah.

    Balas
  • 42. deKing  |  Februari 14, 2007 pukul 2:01 pm

    @Abdullah:
    Terima kasih telah kasih web yang bagus.
    Kenapa sih hal ini (jawaban yang nyambung alias gak OOT) tidak Anda lakukan dari ulu2.
    Anda kok seringnya telat ya?
    Pertanyyan tentang adzan dan iqomat akhirnya dijawab duluan oleh massunu.
    Lalu pertanyaan saya tentang bekerja seakan2 akan hidup selamanya dlll juga telat jawab (baru dijawab setelah sekitar 4x saya ajukan). Dan akhirnya jawaban yang lebih memuaskan juga muncul dari halludba.

    Balas
  • 43. abdulsomad  |  Februari 14, 2007 pukul 2:23 pm

    #de king
    Saya ini memang manusia bodoh

    Balas
  • 44. kenzt  |  Februari 14, 2007 pukul 4:35 pm

    Yang jelas blog ini rasanya bukan termasuk tempat/blog yang disukai Allah

    Balas
  • 45. kenzt  |  Februari 14, 2007 pukul 4:38 pm

    SUATU KOMPARASI YANG TIDAK SEBANDING???

    HABIS BERBICARA TENTANG TEMPAT YANG DISUKAI DAN DIBENCI ALLAH ANDA BERBICARA TENTANG SETAN???

    BTW, SETIAP POSTING TULISAN ANDA PAKE PDA DAN NULISNYA DARI WC YAH???

    FYI: Saya nulis setiap komentar ini dari Warnet, bukan dari Masjid, pasar, ataupun WC.

    Balas
  • 46. chaidir  |  Februari 15, 2007 pukul 2:25 am

    klo blog tempatnya siapa?

    Balas
  • 47. raja iblis  |  Februari 15, 2007 pukul 4:33 am

    pasar tempat yg paling dibenci oleh allah ya ?
    apa bisa dikorelasikan bahwa aktivitas di pasar seperti berniaga itu juga dibenci oleh allah ?
    lantas bagaimana muhammad mencari nafkah untuk menyantuni anak yatim ? padahal muhammad dikenal manusia yg pandai berniaga ?
    atau .. apakah muhammad berniaga di mesjid ya ?

    terus soal WC …
    WC disukai setan … terus apakah itu berarti manusia tak boleh menyukai WC ?
    bila begitu, bagaimana cara manusia mengeluarkan kotoran dari dalam tubuhnya ? apakah cukup di pinggir jalan … ? atau buang kotoran di mesjid ? karena itu adalah tempat yg paling disukai allah ?

    Balas
  • 48. abdulsomad  |  Februari 15, 2007 pukul 5:07 am

    #rajaiblis
    artinya jangan lama lama di WECE, dan pakai adab selama di WECE agar punya nilai IBADAH;

    Balas
  • 49. abdulsomad  |  Februari 15, 2007 pukul 6:59 am

    #chaidir
    Karena blog juga berada di tempat yang bersuasana WECE (INTERNET) maka jelas SETAN menyukainya;

    Balas
  • 50. abdulsomad  |  Februari 15, 2007 pukul 7:01 am

    #raja Iblis
    Imam An-Nawawi berkata, tentang sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasar” karena pasar adalah tempat yang bisa menyebabkan lalai dari dzikrullah. Di dalam pasar, banyak manusia lalai dari dzikrullah dan bersyukur kepada-Nya, karena hati disibukkan oleh segala yang terlihat oleh dua mata;

    Maka itu Jangan lama-lama di pasar,

    Balas
  • 51. abdulsomad  |  Februari 15, 2007 pukul 7:03 am

    #kenzt
    Jelas blog ini tempat yang tidak di sukai ALLAH, maka bersegeralah ajak teman teman segera meninggalkannya, menghapusnya, dan ajak semua teman-teman di sini ketempat YANG DISUKAI ALLAH;

    Balas
  • 52. abdulsomad  |  Februari 15, 2007 pukul 7:06 am

    #kenzt
    Segera ambil pilihan, mau menempat kan diri kita di WECE di PASAR apa di MESJID?

    Balas
  • 53. Kefirah  |  Februari 15, 2007 pukul 8:21 am

    Tempat yang paling disukai oleh ALLAH di muka bumi ini adalah Mesjid,

    Kenapa Tuhan lo bukannya suka perumahan kumuh ato panti asuhan. Mesjid megah bertatahkan emas buang-buang uang kayak gitu kok di suka?

    Tempat yang paling dibenci ALLAH adalah pasar.

    Antisosial.

    Tempat yang paling disukai setan adalah WC.

    Ngapain punya WC di rumah kalo di situ tempat favorit setan?

    Balas
  • 54. raja iblis  |  Februari 15, 2007 pukul 9:01 am

    soal adab …
    harusnya bukan hanya di WC …
    itu berlaku untuk semua tempat …

    soal lalai …
    harusnya bukan hanya di pasar …
    itu juga berlaku di semua tempat … termasuk mesjid …

    soal blog …
    yg tak disukai allah itu adalah maksiat …
    yg disukai allah itu adalah kepatuhan …
    dan itu harus dengan ilmunya … sehingga tidak menimbulkan fitnah !

    dulu … almarhum guru saya pernah berkata …
    kalo ke pasar … “amalkan” fatihaah …
    kalo ke masjid … “amalkan” qulhu …

    Balas
  • 55. Muslim  |  Februari 15, 2007 pukul 9:29 am

    #Kefirah
    WC itu tempat aurat dibuka, sekarang itu aurat dibuka dmana-mana, di Mall, di Busway, di TELEVISI, jadi Mall, Busway, TELEVISI sekarang sama seperti WC, tempat pavorit setan, kalau setiap hari bergaul dengan setan kita akan ketularan sifat setan, sifat bandel.
    Bukan gak boleh punya WC, kurangi waktu masuk WC, emang lo betah apa lama lama di WC?

    Balas
  • 56. m_kharis  |  Februari 24, 2007 pukul 10:15 am

    saya kira Alloh SWT lebih bijaksana dari pada mas abdul….. yang tidak menghakimi (memfonis) begitu saja. agama juga punya aturan sendiri bung….. yah, sholat dimasjid itu lebih afdol, tapi bukan berarti tidak membolehkan sholat ditempat lain, yang penting tidak melupakan kewajiban sebagai hambannya…. kenyataanya, orang2 yang sholat dimasjid belum tentu lebih baik dari pada orang2 yang melakukan sholat ditempat2 lain. kenapa ayat pertama kali Iqro, bukan dirikan masjid. bagaimana akan mengenal Alloh jika kita tidak berfikir dulu… itu lebih afdol.

    Balas
  • 57. pak sabar  |  Maret 21, 2007 pukul 12:17 pm

    siapapun orangnya tolong saya diterangkan maksud kata2nya dia awal! kalo pasar dibenci Alloh, trus gimana umat kita mengembangkan perekonomian? padahal pada umumnya perekonomian kan ada di pasar. SAya yakin seyakin yakinnya kalo Alloh tu ga bakal memerintahkan kepada keburukan. la;lo ga boleh ke psar trus gi,mana cara kita membangun ekonomi Islam? kalo umat tidak boleh ke pasar berarti eakonomi ntar dikuasai orang lain donk! tolong orang baru ini dikasaih pencerAHAN

    Balas
  • 58. abdulsomad  |  April 1, 2007 pukul 4:04 am

    #m_kharis
    Mengenal ALLAH akan lebih cepat apa bila langsung kerumahNYA, ke Mesjid.

    Balas
  • 59. abdulsomad  |  April 1, 2007 pukul 4:07 am

    #pak sabar
    Pasar dan jual beli melalaikan manusia dari mengingat ALLAH, ke pasar itu sama seperti ke WECE, seperlunya aja, jangan lama lama;
    Islam tidak terlalu mementingkan Ekonomi, Buktinya? ALLAH tak perlu kirim Nabi untuk membahas masalah Ekonomi, jadi ekonomi ga penting, yang penting itu Agama, ALLAH sampai kirim kan 124 000 nabi cuma untuk masalah AGAMA.

    Balas
  • 60. Gus Pur  |  Mei 28, 2007 pukul 5:11 pm

    Sudahlah. Ga perlu merasa paling tahu maunya Allah atau maunya setan. Kayak yang pernah ketemu aja. Kalau ketemu setan bolehlah. Kan jadinya banyak yang dipermalukan:
    Allah:
    – tidak pro sama para pedagang (9,nena)
    – Antisosial (53, Kefirah)
    Mesjid:
    – WC nya kotor,kalah sama di mall (4,raja iblis)
    – dibangun dengan demo atau bahkan kekerasan (14,de King)
    – duduk di Masjid masih lebih penting dari sholat di pasar (19,de King)
    – tempat mengatur strategi perang (26,de King)
    – tempat buang kotoran (47,raja iblis)
    Abdulsomad:
    – belum pernah ke Bali (34)
    – manusia bodoh (43)
    Internet:
    -tempat SETAN menyukainya (49,abdulsomad)
    Pasar:
    – Maka itu Jangan lama-lama di pasar (50,abdulsomad)
    Islam:
    – tidak terlalu mementingkan Ekonomi (59,abdulsomad)

    Gitu aja kok repot.

    Balas
  • 61. abdulsomad  |  Mei 29, 2007 pukul 4:04 am

    @Gus Pur
    AL-QURAN adalah postingan ALLAH tentang KEMAUAN-KEMAUAN NYA

    Balas
  • 62. B Ali  |  Agustus 24, 2007 pukul 6:06 pm

    Pertanyaan: Apakah Islam agama teroris?
    Jawaban: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.

    Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.

    Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10, 25 atau bahkan 1000? Dalam hal ini, wanita tidak lagi dianggap sebagai manusia, tapi sebagai benda terhitung dalam satuan, bijian, 2, 3, 4 atau berapa saja. Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak (wahyu Tuhan), maka umat muslim hanya menurutinya saja tanpa menggunakan nalar.

    Sedangkan, tidak ada saksi dan bukti untuk memverifikasi dan memfalsifikasi apakah isi Al-Qur’an betul-betul wahyu dari Tuhan atau bukan? Yang dapat dikaji secara obyektif adalah isi atau ajaran yang dikandung Al-Qur’an itu apakah ia sesuai dengan dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, seperti cinta kasih, kesetiaan, ketabahan, rajin bekerja, kejujuran, kebaikan hati atau mengajarkan kebencian dan kekerasan?

    Saat ini, banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Disamping itu, pemuka muslim atau siapa saja yang coba-coba memberi tafsiran yang lebih manusiawi tentang Al-Qur’an pasti mendapatkan ancaman terhadap keselamatan fisiknya.

    Pertanyaan atas soal ini, betulkah Tuhan menurunkan wahyu kebencian terhadap sekelompok orang yang memujanya dengan cara berbeda-beda, yang mungkin sama baiknya atau bahkan lebih baik secara spiritual? Bukankah akhirnya ajaran-ajaran kebencian ini menjadi sumber kekerasan sepanjang massa?

    Balas
  • 63. B Ali, Mau Anda Apa Sih? « Amd  |  Agustus 24, 2007 pukul 8:24 pm

    [...] TERBUKA BUAT SEMUA BLOGGER YANG KENA KOMENTAR SAMPAH (SPAM) BELIAU: Mohon komentar beliau di-mark as spam saja, berhubung saya [...]

    Balas
  • 64. sejati  |  Agustus 26, 2007 pukul 4:52 pm

    “Tempat yang paling dibenci ALLAH adalah pasar.”

    Dan banyak lagi hal-hal lain yang dibenci ALLAH seperti yang diuraikan secara objektif di artikel ini. Ini situsnya: http://religi.wordpress.com/2007/03/16/agama-langit-dan-agama-bumi/

    AGAMA LANGIT DAN AGAMA BUMI

    Ada berbagai cara menggolongkan agama-agama dunia. Ernst Trults seorang teolog Kristen menggolongkan agama-agama secara vertikal: pada lapisan paling bawah adalah agama-agama suku, pada lapisan kedua adalah agama hukum seperti agama Yahudi dan Islam; pada lapisan ketiga, paling atas adalah agama-agama pembebasan, yaitu Hindu, Buddha dan karena Ernst Trults adalah seorang Kristen, maka agama Kristen adalah puncak dari agama-agama pembebasan ini.

    Ram Swarup, seorang intelektual Hindu dalam bukunya; “Hindu View of Christianity and Islam” menggolongkan agama menjadi agama-agama kenabian (Yahudi, Kristen dan Islam) dan agama-agama spiritualitas Yoga (Hindu dan Buddha) dan mengatakan bahwa agama-agama kenabian bersifat legal dan dogmatik dan dangkal secara spiritual, penuh klaim kebenaran dan yang membawa konflik sepanjang sejarah. Sebaliknya agama-agama Spiritualitas Yoga kaya dan dalam secara spiritualitas dan membawa kedamaian.

    Ada yang menggolongkan agama-agama berdasarkan wilayah dimana agama-agama itu lahir, seperti agama Semitik atau rumpun Yahudi sekarang disebut juga Abrahamik (Yahudi, Kristen, dan Islam) dan agama-agama Timur (Hindu, Buddha, Jain, Sikh, Tao, Kong Hu Cu, Sinto).

    Ada pula yang menggolongkan agama sebagai agama langit (Yahudi, Kristen, dan Islam) dan agama bumi (Hindu, Buddha, dll.) Penggolongan ini paling disukai oleh orang-orang Kristen dan Islam, karena secara implisit mengandung makna tinggi rendah, yang satu datang dari langit, agama wahyu, buatan Tuhan, yang lain lahir di bumi, buatan manusia. Penggolongan ini akan dibahas secara singkat di bawah ini.

    Agama bumi dan agama langit.

    Dr. H.M. Rasjidi, dalam bab Ketiga bukunya “Empat Kuliyah Agama Islam Untuk Perguruan tinggi” membagi agama-agama ke dalam dua kategori besar, yaitu agama-agama alamiah dan agama-agama samawi. Agama alamiah adalah agama budaya, agama buatan manusia. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah agama Hindu dan Budha. Mengenai agama Hindu Rasjidi mengutip seorang teolog Kristen, Dr. Harun Hadiwiyono, Rektor Sekolah Tinggi Theologia “Duta Wacana” di Yogyakarta sebagai berikut:

    “Sebenarnya agama Hindu itu bukan agama dalam arti yang biasa. Agama Hindu sebenarnya adalah satu bidang keagamaan dan kebudayaan, yang meliputi jaman sejak kira-kira 1500 S.M hingga jaman sekarang. Dalam perjalanannya sepanjang abad-abad itu, agama Hindu berkembang sambil berobah dan terbagi-bagi, sehingga agama ini memiliki ciri yang bermacam-macam, yang oleh penganutnya kadang-kadang diutamakan, tetapi kadang-kadang tidak diindahkan sama sekali. Berhubung karena itu maka Govinda Das mengatakan bahwa agama Hindu itu sesungguhnya adalah satu proses antropologis, yang hanya karena nasib baik yang ironis saja diberi nama agama.” 1)

    Samawi artinya langit. Agama samawi adalah agama yang berasal dari Tuhan (yang duduk di kursinya di langit ketujuh, Sky god, kata Gore Vidal). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Dalam bab Keempat dengan judul “Agama Islam adalah Agama Samawi Terakhir” Rasjidi dengan jelas menunjukkan atau menempatkan Islam sebagai puncak dari agama langit. Hal ini dapat dipahami karena Rasjidi bukan saja seorang guru besar tentang Islam, tetapi juga seorang Muslim yang saleh.

    Bahkan dengan doktrin mansukh, pembatalan, para teolog dan ahli fikih Islam mengklaim, Qur’an sebagai wahyu terakhir telah membatalkan kitab-kitab suci agama-agama sebelumnya (Torah dan Injil).

    Bila Tuhan yang diyakini oleh ketiga agama bersaudara ini adalah satu dan sama, pandangan para teolog Islam adalah logis. Tetapi disini timbul pertanyaan, apakah Tuhan menulis bukunya seperti seorang mahasiswa menulis thesis? Sedikit demi sedikit sesuai dengan informasi yang dikumpulkannya, melalui percobaan dan kesalahan, perbaikan, penambahan pengurangan, buku itu disusun dan disempurnakan secara perlahan-lahan?

    Tetapi ketiga agama ini tidak memuja Tuhan yang satu dan sama. Masing-masing Tuhan ketiga agama ini memiliki asal-usul yang berbeda dan karakter yang berbeda. Yahweh berasal dan ajudan dewa perang, yang kemungkinan berasal dari suku Midian, dan dijadikan satu-satunya Tuhan orang Israel oleh Musa. Jesus salah seorang dari Trinitas, adalah seorang pembaharu agama Yahudi yang diangkat menjadi Tuhan oleh para pendiri Kristen awal. Allah adalah dewa hujan yang setelah digabung dengan dewa-dewa lain orang Arab dijadikan satu-satunya tuhan orang Islam oleh Muhammad. Jadi Yahweh, Trinitas dan Allah adalah tuhan-tuhan yang dibuat manusia. 2) (Lihat Karen Amstrong: A History of God).

    Dan karakter dari masing-masing Tuhan itu sangat berbeda. Ketiganya memang Tuhan pencemburu, tetapi tingkat cemburu mereka berbeda. Yahweh adalah Tuhan pencemburu keras, gampang marah, dan suka menghukumi pengikutnya dengan kejam, tetapi juga suka ikut berperang bersama pengikutnya melawan orang-orang lain, seperti orang Mesir, Philistin dan Canaan. Jesus juga Tuhan pencemburu, tapi berpribadi lembut, ia memiliki banyak rasa kasih, tetapi juga mempunyai neraka yang kejam bagi orang-orang yang tidak percaya padanya. Allah lebih dekat karakternya dengan Yahweh, tetapi bila Yahweh tidak memiliki neraka yang kejam, Allah memilikinya. Di samping itu, bila Yahweh menganggap orang-orang Yahudi sebagai bangsa pilihannya, Allah menganggap orang-orang Yahudi adalah musuh yang paling dibencinya.

    Jadi jelaslah di langit-langit suci agama-agama rumpun Yahudi ini terdapat lima oknum Tuhan yang berbeda-beda, yaitu Yahweh, Trinitas (Roh Kudus, Allah Bapa dan Tuhan Anak atau Jesus) dan Allah Islam. Masing-masing dengan ribuan malaikat dan jinnya.

    Pengakuan terhadap Tuhan yang berbeda-beda tampaknya bisa menyelesaikan masalah soal pembatalan kitab-kitab atau agama-agama sebelumnya oleh agama-agama kemudian atau agama terakhir. Masing-masing Tuhan ini memang menurunkan wahyu yang berbeda, yang hanya berlaku bagi para pengikutnya saja. Satu ajaran atau satu kitab suci tidak perlu membatalkan kitab suci yang lain.

    Tetapi disini timbul masalah lagi. Bagaimana kedudukan bagian-bagian dari Perjanjian Lama yang diterima atau diambil oleh Perjanjian Baru? Bagaimana kedudukan bagian-bagian Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang terdapat di dalam Al-Qur’an? Apakah bagian-bagian itu dipinjam dari Tuhan yang satu oleh Tuhan yang lain, yang ada belakangan? Atau persamaan itu hanya kebetulan? Ataukah para penulis kitab-kitab yang belakangan meminjamnya dari penulis kitab-kitab terdahulu?

    Pembagian agama menjadi agama bumi dan agama langit, dari sudut pandang Hindu sebenarnya tidak menjadi masalah. Ini terkait dengan konsep ketuhanan dari masing-masing agama. Agama-agama Abrahamik atau Rumpun Yahudi (nama yang lebih tepat daripada “agama langit”) memandang Tuhan sebagai sosok berpribadi, seperti manusia, yang berdiam di langit (ke tujuh) duduk di atas kursinya, yang dipikul oleh para malaikat. Dari kursinya di langit itu Dia melakukan segala urusan, termasuk antara lain, tetapi tidak terbatas pada, mengatur terbit dan tenggelannya matahari, “menurunkan” wahyu dan lain sebagainya. Dari segi ini benarlah sebutan “agama langit” itu, karena ajarannya diturunkan oleh Tuhannya yang bermukim nun jauh di langit.

    Dalam pandangan agama Hindu, Tuhan bersifat panteistik, yang melingkupi ciptaan (imanen) dan sekaligus di luar ciptaannya (transenden). Menurut pandangan Hindu Tuhan tidak saja lebih besar dari ciptaannya, tetapi juga dekat dengan ciptaannya. Kalau Tuhan hanya ada di satu tempat di langit ketujuh, berarti Ia ada di satu noktah kecil di dalam ciptaannya. Oleh karena itu Dia tidak Mahabesar. Agak mirip dengan pengertian ini, di dalam agama Hindu, dikenal ajaran tentang Avatara, yaitu Tuhan yang menjelma menjadi mahluk, yang lahir dan hidup di bumi – seperti Rama dan Krishna – menyampaikan ajarannya di bumi langsung kepada manusia tanpa perantara.

    Dari segi ini, dikotomi agama langit dan agama bumi tidak ada masalah. Baru menjadi masalah ketika “truth claim” yang menyertai dikotomi ini. Bahwa agama langit lebih tinggi kedudukannya dari agama bumi; karena agama-agama langit sepenuhnya merupakan bikinan Tuhan, yang tentu saja lebih mulia, lebih benar dari agama-agama bumi yang hanya buatan manusia dan bahwa oleh karenanya kebenaran dan keselamatan hanya ada pada mereka. Sedangkan agama-agama lain di luar mereka adalah palsu dan sesat.

    Pandangan “supremasis” ini membawa serta sikap “triumpalis”, yaitu bahwa agama-agama yang memonopoli kebenaran Tuhan ini harus menjadikan setiap orang sebagai pengikutnya, menjadikan agamanya satu-satunya agama bagi seluruh umat manusia, dengan cara apapun. Di masa lalu “cara apapun” itu berarti kekerasan, perang, penaklukkan, penjarahan, pemerkosaan dan perbudakan atas nama agama.

    Masalah wahyu

    Apakah wahyu? Wahyu adalah kata-kata Tuhan yang disampaikan kepada umat manusia melalui perantara yang disebut nabi, rasul, prophet. Bagaimana proses penyampaian itu? Bisa disampaikan secara langsung, Tuhan langsung berbicara kepada para perantara itu, atau satu perantara lain, seorang malaikat menyampaikan kepada para nabi; atau melalui inspirasi kepada para penulis kitab suci. Demikian pendapat para pengikut agama-agama rumpun Yahudi.

    Benarkah kitab-kitab agama Yahudi, Kristen dan Islam, sepenuhnya merupakan wahyu Tuhan? Bila benar bahwa kitab-kitab ini sepenuhnya wahyu Tuhan, karena Tuhan Maha Tahu dan Maha Sempurna, maka kitab-kitab ini sepenuhnya sempurna bebas dari kesalahan sekecil apapun. Tetapi Studi kritis terhadap kitab-kitab suci agama-agama Abrahamik menemukan berbagai kesalahan, baik mengenai fakta yang diungkapkan, yang kemudian disebut ilmu pengetahun maupun tata bahasa. Berikut adalah beberapa contoh.

    Pertama, kesalahan mengenai fakta.

    Kitab-suci kitab-suci agama ini, menyatakan bumi ini datar seperti tikar, dan tidak stabil. Supaya bumi tidak goyang atau pergi ke sana kemari, Tuhan memasang tujuh gunung sebagai pasak. Kenyataannya bumi ini bulat seperti bola. Dan sekalipun ada banyak gunung, lebih dari tujuh, bumi tetap saja bergoyang, karena gempat.

    Kedua, kontradiksi-kontradiksi.

    Banyak terdapat kontradiksi-kontradiksi intra maupun antar kitab suci-kitab suci agama-agama ini. Satu contoh tentang anak Abraham yang dikorbankan sebagai bukti ketaatannya kepada Tuhan (Yahweh atau Allah). Bible mengatakan yang hendak dikorbankan adalah Isak, anak Abraham dengan Sarah, istrinya yang sesama Yahudi. Sedangkan Qur’an mengatakan bukan Isak, tetapi Ismail, anak Ibrahamin dengan Hagar, budak Ibrahim yang asal Mesir

    Contoh lain. Bible menganggap Jesus sebagai Tuhan (Putra), sedangkan Al-Qur’an menganggap Jesus (Isa) hanya sebagai nabi, dan bukan pula nabi terakhir yang menyempurnakan wahyu Tuhan.

    Ketiga, kesalahan struktur kalimat atau tata bahasa.

    Di dalam kitab-kitab suci ini terdapat doa-doa, kisah-kisah, berita-berita tentang kegiatan Tuhan, mirip seperti berita surat kabar, yang ditulis oleh seseorang (wartawan) atas seseorang yang lain (dari obyek berita, dalam hal ini Tuhan). Lalu ada kalimat yang merujuk Tuhan sebagai “Aku, Kami, Dia, atau nama-namanya sendiri, seperti Allah, Yahweh, dll”. Mengapa Tuhan menunjukkan diriNya dengan Dia, kata ganti ketiga? Kata-kata atau kalimat-kalimat pejoratif seperti Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui ini pastilah dibuat oleh manusia, sebab mustahil rasanya Tuhan memuji-muji dirinya sendiri.

    Keempat, ajaran tentang kekerasan dan kebencian.

    Di dalam kitab-suci kitab-suci agama-agama langit ini banyak terdapat ajaran-ajaran tentang kebencian terhadap komunitas lain, baik karena kebangsaan maupun keyakinan. Di dalam Perjanjian Lama terdapat kebencian terhadap orang Mesir, Philistin, Canaan dll. Di dalam Perjanjian Baru terdapat ajaran kebencian terhadap orang Yahudi dan Roma. Di dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat kebencian terhadap orang-orang Yahudi, Kristen dan pemeluk agama-agama lain yang dicap kafir secara sepihak. Pertanyaan atas soal ini, betulkah Tuhan menurunkan wahyu kebencian terhadap sekelompok orang yang memujanya dengan cara berbeda-beda, yang mungkin sama baiknya atau bahkan lebih baik secara spiritual? Bukankah akhirnya ajaran-ajaran kebencian ini menjadi sumber kekerasan sepanjang massa?

    Bagaimana mungkin Tuhan yang Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Penyayang menurunkan wahyu kebencian dan kekerasan semacam itu? Di dalam agama Hindu kebencian dan kekerasan adalah sifat-sifat para raksasa, asura dan daitya (demon, devil, atau syaitan).

    Di samping hal-hal tersebut di atas, agama-agama rumpun Yahudi banyak meminjam dogma dari agama-agama lain, bahkan dari komunitas yang mereka sebut penyembah berhala atau kafir. Dogma utama mereka tentang eskatologi seperti hari kiamat, kebangkitan tubuh dan pengadilan terakhir dipinjam oleh agama Yahudi dari agama Zoroaster Persia, lalu diteruskan kepada agama Kristen dan Islam. Legenda tentang penciptaan Adam dipinjam dari leganda tentang penciptaan Promotheus dalam agama Yunani kuno. Bagaimana mungkin tuhan agama langit meminjam ajaran dari agama-agama atau tradisi buatan manusia?

    Swami Dayananda Saraswati (1824-1883), pendiri Arya Samaj, sebuah gerakan pembaruan Hindu, dalam bukunya Satyarth Prakash (Cahaya Kebenaran) membahas Al Kitab dan AI-Qur’an masing-masing di dalam bab XI II dan XIV, dan sampai kepada kesimpulan yang negatif mengenai kedua kitab suci ini. Bahwa kedua kitab suci ini mengandung hal-hal yang patut dikutuk karena mengajarkan kekerasan, ketahyulan dan kesalahan. Ia meningkatkan penderitaan ras manusia dengan membuat manusia menjadi binatang buas, dan mengganggu kedamaian dunia dengan mempropagandakan perang dan dengan menanam bibit perselisihan.

    Apa yang dilakukan oleh Swami Dayananda Saraswati adalah kounter kritik terhadap agama lain atas penghinaan terhadap Hindu yang dilakukan sejak berabad-abad sebelumnya oleh para teolog dan penyebar agama lainnya.

    Kesimpulan.

    Tidak ada kriteria yang disepakati bersama di dalam penggolongan agama-agama. Setiap orang membuat kriterianya sendiri secara semena-mena untuk tujuan meninggikan agamanya dan merendahkan agama orang lain. Hal ini sangat kentara di dalam agama-agama missi yang agresif seperti Kristen dan Islam dimana segala sesuatu dimaksudkan sebagai senjata psikologis bagi upaya-upaya konversi dan proselitasi mereka.

    Di samping itu tidak ada saksi dan bukti untuk memverifikasi dan memfalsifikasi apakah isi suatu kitab suci betul-betul wahyu dari Tuhan atau bukan? Yang dapat dikaji secara obyektif adalah isi atau ajaran yang dikandung kitab suci-kitab suci itu apakah ia sesuai dengan dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, seperti cinta kasih, kesetiaan, ketabahan, rajin bekerja, kejujuran, kebaikan hati atau mengajarkan kebencian dan kekerasan?

    Penggolongan agama-agama menjadi agama langit dan agama bumi, jelas menunjukkan sikap arogansi, sikap merendahkan pihak lain, dan bahkan sikap kebencian yang akhirnya menimbulkan kekerasan bagi pihak yang dipandangnya sesat, menjijikan dan tidak bernilai. Di lain pihak penggolongan ini menimbulkan rasa tersinggung, kemarahan, dan akhirnya kebencian. Bila kebencian bertemu kebencian, hasilnya adalah kekerasan.

    Melihat berbagai cacat dari kitab suci-kitab suci mereka, khususnya ajarannya yang penuh kebencian dan kekerasan, maka isi kitab suci itu tidak datang dari Tuhan, tetapi dari manusia yang belum tercerahkan, apalagi Tuhan-Tuhan mereka adalah buatan manusia.

    Berdasarkan hal-hal tersebut di atas disarankan agar dikotomi agama langit dan agama bumi ini tidak dipergunakan di dalam baik buku pelajaran, wacana keagamaan maupun ilmiah. Dianjurkan agar dipergunakan istilah yang lebih netral, yaitu agama Abrahamik dan agama Timur.

    (Ngakan Putu Putra sebagaian bahan dari SATS ; “Semua Agama Tidak Sama” ).

    Catatan kaki:
    I). Prof . DR. H.M. Rasjidi : “Empat Kuliyah Agama Islam pada Perguruan Tinggi” penerbit Bulan Bintang, Jakarta, cetakan pertama, 1974. hal 10) H.M Rasjidi hal 53
    2). Lihat Kare n Amstrong : A History of God
    3). Swami Dayananda Saraswati Satyarth Prakash (Light of Truth), hal 648.
    4). Ibid hal 720.

    Balas
  • 65. B Ali, Mau Anda Apa Sih? « All That I Can’t Leave Behind  |  November 16, 2008 pukul 12:49 pm

    [...] TERBUKA BUAT SEMUA BLOGGER YANG KENA KOMENTAR SAMPAH (SPAM) BELIAU: Mohon komentar beliau di-mark as spam saja, berhubung saya [...]

    Balas
  • 66. Rifky  |  Agustus 10, 2011 pukul 7:28 pm

    Masjid adl rumah Allah,yg berarti masjid adalah sebaik2 nya di muka bumi ini.walaupun ke masjid bkan suatu keharusan,kita yg di kasih akal bisa milih mau di tempat yang baik,ato yang tidak.

    Balas
  • 67. Nasir Agun  |  Desember 16, 2011 pukul 9:19 am

    BAGUS UNTUK DIKETAHUI DAN DIAMALKAN

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


buat naik Haji

  • 158,048 Dirham

Iseng-iseng

Pokoknya Al-QURAN dan AL-HADITS yg. palingbenar! Pokoknya Al-QURAN dan AL-HADITS yg. palingbenar!
Februari 2007
S S R K J S M
    Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: